#hargapangan#beritalampung

Harga Beras dan Gabah di Lamsel Naik 

( kata)
Harga Beras dan Gabah di Lamsel Naik 
Pedagang beras di pasar Kecamatan Sidomulyo, Dwi (36), Rabu, 23 November 2022. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (lampost.co) -- Harga beras dan gabah di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan, terus naik dalam sebulan terakhir. Kenaikan diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun.

Berdasarkan pantauan lampost.co di pasar Kecamatan Waypanji, harga beras jenis IR-64 kualitas premium Rp13 ribu per kg, medium Rp12 ribu per kg, standar Rp10.500 per kg dan jenis muncul Rp9.500 per kg. 

Pedagang di Pasar Kecamatan Waypanji, Waluyo (59), menjelaskan harga semua jenis beras naik rata-rata Rp1.000 per kg. "Kenaikannya tidak langsung, tapi perlahan," kata dia, Rabu, 23 November 2022. 

Kenaikan itu dipicu kesulitan mendapatkan gabah dari petani. Sebab, saat ini musim tanam rendeng masih belum dilakukan petani. "Sekarang ini petani masih tahap persiapan, olah tanah dan semai bibit," ujarnya. 

Pedagang lainnya di pasar Kecamatan Sidomulyo, Dwi (36), mengatakan hampir semua jenis beras sulit. Namun, beras jenis Muncul lebih langka dalam tiga bulan terakhir.

Sementara, harga gabah kering panen jenis Ciherang di beberapa tempat penggilingan padi berkisar Rp6.000-6.300 per kg. 

"Paling murah harga gabah kering giling enam ribu rupiah," kata Davit (48), salah seorang pengepul gabah. 

Menurutnya, harga gabah juga melambung dan tidak rasional untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dalam sebulan terakhir. Kondisi itu tidak dirasakan secara langsung saat ini. Namun, mulai berdampak pada Januari-Februari 2023. "Pemerintahan harus cepat antisipasi ini karena nanti pasti langka," katanya. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar