#hargacabai#ekbis#hargabawang

Harga Bawang Meroket, Cabai Merosot Tajam

( kata)
Harga Bawang Meroket, Cabai Merosot Tajam
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Masyarakat mulai mengeluhkan kenaikan harga bawang merah yang kian hari terus mengalami lonjakan. Menjelang perayaan hari raya Idulfitri lalu, harga bawang merah sudah menginjak di angka Rp48 ribu per kilo. Saat ini sudah menginjak hingga Rp53 ribu per kilo. 

Hal tersebut terjadi di Pasar Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung, dimana sejumlah pedagang juga ikut mengeluhkan harga bawang merah yang kian naik. "Biasanya bawang merah jual harga Rp40 ribu per kilo, sekarang udah Rp53 ribu, banyak pembeli yang ngeluh," kata salah seorang pedagang, Maryama kepada Lampung Post, Minggu, 31 Mei 2020.

Bahkan, kata dia, tak sedikit pembeli yang mengeluhkan harga bawang merah naik. Seperti salah seorang pembeli yang harus kewalahan menyiasati usaha kulinernya karena harga bawang merah yang naik.

"Bingung banget kalau harga bawang ini naik, sedangkan semua masakan pakai bawang," kata Sumi.

Namun, saat ini hanya bawang merah yang terpantau oleh Lampost.co mengalami kenaikan, pasalnya hal berbeda dirasakan oleh pedagang cabai merah. Sebab, penurunan drastis harga cabai hingga Rp10 ribu tiap kilo.

"Harga cabai bisa turun drastis gini karena stok yang melimpah dan panen dan banyak, jadi harga turun drastis. Penurunan ini sudah dirasakan sejak awal ada virus korona ini kalau tidak salah," kata Midun salah seorang pedagang.

Dilain tempat, tepatnya di pasar pasir gintung pedagang yang notabene adalah seorang distributor juga merasakan hal yang sama. Bahkan di tempatnya, cabai merah bisa dijual hanya Rp6 ribu per kilo.

"Saya jual cabai Rp6 ribu per kilo sudah ada satu mingguan, ya karena stok banyak terus juga panen yang melimpah jadi haraga jatuh, sedangkan kalau disimpan tidak akan bertahan lama," kata salah seorang distributor cabai di pasar tersebut.

Menurutnya, harga cabai turun dan bawang merah yang naik bukanlah dari persoalan BBM yang mahal atau lainnya, melainkan stok cabai dari petani yang melimpah mengakibatkan harga jatuh, pun sebaliknya dengan bawang merah yang mahal karena stok panen sedikit.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar