Cabai

Harga Anjlok, Petani Cabai di Lambar Merana

( kata)
Harga Anjlok, Petani Cabai di Lambar Merana
Sejumlah petani cabai di Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat mulai mengeluh karena harga komoditas yang dihasilkannya kini kian merosot. Eliyah


LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah petani cabai di Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, mengeluhkan harga komoditas yang dihasilkannya kini kian merosot. Akibatnya, petani pun belum bisa merasakan nikmatnya keuntungan dari buah pedas itu.

Penurunan harga mulai terjadi sejak dua Minggu belakangan ini. Bahkan saat ini harga di tingkat petani dalam beberapa hari terakhir hanya Rp6-8 ribu/kg di tingkat petani.

“Sejak beberapa pekan ini harga panen cabai terus anjlok. Padahal beberapa bulan lalu harga ditingkat pengepul masih lumaian berkisar Rp15 ribu/kg. Kini harganya cuma Rp6.000/kg untuk cabai jenis mulsa ini dan Rp8.000 untuk cabai kriting hibrida," kata Mawan seorang petani di Pekon Padangcahya.

Harga yang hanya Rp6.000/kg ini jelas membuat petani menjadi merugi. Karena biaya produksi tidak sebanding dengan uang yang dihasilkan.

"Kalau harga segini kita gak dapat apa-apa, capek ya rugi juga pasti," kata Mawan.

Bahkan ada petani yang sampai terlilit hutang karena modal menanam awalnya didapat dari pinjaman. Mawan yang saat itu lagi tengah duduk di gubuknya terlihat lesu. Disampingnya nampak satu keranjang cabai dan setengah karung buah tomat yang baru dipetiknya.

Di tiap siring gulutan tanaman cabainya terlihat penuh ditumbuhi rumput. Buah tomat yang dipetiknya adalah sisa-sisa panen sebelumnya. Sedangkan cabainya baru memasuki masa panen.

Ia membiarkan kondisi kebunnya ditiap siring tanamanya ditumbuhi rumput karena tidak semangat mengurusnya akibat harga panen saat ini yang belum bersahabat. Bahkan ia berencana akan segera membongkar tanaman cabainya itu dan akan mengganti dengan tanaman lain.

"Sebab jika tanaman cabai ini tetap dipertahankan maka biaya produksi juga akan tetap keluar sementara harganya anjlok. Belum lagi upah metik dan ongkos angkutnya," keluhnya.

Sementara itu, Ansori salah seorang PNS yang juga pelaku usaha tanam cabai dengan sistem bagi hasil, mengaku kini tanaman csbainya tengah memasuki masa panen. Tapi harga belum bersahabat. Ia berharap agar selama masa panen ini harga cabai bisa segera membaik.

"Saya lagi panen cabai tapi harganya belum bersahabat. Masa panen cabai itu berlangsung selama 2 bulan setengah. Saya baru memasuki dua Minggu atau dua kali panen. Mudah-mudahan selama masa panen ini harga bisa membaik," kata dia.

Ia menambahkan, panen saat harga anjlok ini itu namanya belum rezeki. "Iya mau gimana lagi. Ini namanya belum rezeki. Mudah-mudahan harga segera membaik," harap dia.

Menurutnya, harga anjlok karena kemungkinan banyak petani sedang terjadi panen serentak. Sehingga stok dipasaran melimpah. Soal untung rugi jika dihitung disaat harga seperti ini maka dipastikan akan lebih banyak meruginya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar