#petambak

Harga Anjlok, Petambak di Lamsel Tunda Tebar Benur

( kata)
Harga Anjlok, Petambak di Lamsel Tunda Tebar Benur
Foto Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah petani petambak udang vaname di Pesisir Timur Kabupaten Lampung Selatan menunda tebar benur. Hal itu disebabkan karena harga udang tersebut anjok akibat pandemi korona.

"Seharusnya awal Maret lalu benur sudah kami tebar. Namun sampai saat ini masih kami tunda, karena murahnya harga jual dampak dari mewabahnya Korona," kata salah seorang petambak udang vaname di pesisir timur desa Ruguk, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Hari (42) kepada Lampost.co, Minggu, 5 April 2020.

Menurut dia, harga udang vaname kualitas ekspor dengan ukuran (size) 38-40 sebelum pandemi Covid-19 diatas Rp90 ribu per kilogram, namun sejak virus Korona menyerang Indonesia harga anjlok menjadi Rp57 ribu sampai saat ini.

"Sejak anjlok pada pertengahan Februari lalu, harga udang sampai saat ini masih terpuruk. Jadi sebelum Korona berlalu, kami belum berani tebar benur karena potensi kerugian akan menimpa kami, " ujar Hari.

Hal serupa diungkapkan Ramal, petambak di desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang. Ia mengaku, sejak mengalami kesulitan menjual udang saat panen awal Maret lalu, membuat kolam udang miliknya belum diisi benur lagi sampai saat ini.

Saat panen parsial bulan lalu harga udang untuk size 100 anjlok dari Rp 47 ribu per kilogram menjadi Rp 25ribu per kilogram. Sedangkan harga benur dan pakan tidak pernah turun bahkan cenderung terus naik.

"Anjloknya harga membuat kami rugi besar. Karena itu, sampai saat ini kami belum berani tebar benur sebelum korona berlalu dan harga kembali normal, " kata Ramal.

Ia berharap pendemi korona segera berlalu. Karena dampak penyebaran virus ini telah melumpuhkan budidaya udang vaname.

"Perekonomian petani vaname terpuruk akibat wabah korona. Kami harap gangguan pendemi korona tidak berlarut larut, karena akan mengakibatkan kehidupan petambak kian terpuruk, " harapnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar