#penutupansekolah#beritabandarlampung#humaniora

Hanya Punya 42 Siswa, SD Negeri Kangkung akan Ditutup

( kata)
Hanya Punya 42 Siswa, SD Negeri Kangkung akan Ditutup
Suasana kegiatan belajar di SDN Kangkung, Senin, 20 Januari 2020. Lampost.co/Umar Robbani

Bandar Lampung (Lampost.co): SD Negeri Kangkung akan ditutup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung. Hal itu buntut dari minimnya jumlah siswa yang belajar di sekolah tersebut.

Kepala Seksi Kelembagaan Pendidikan Dasar Moelyadi Syukri mengatakan sekolah tersebut hanya memiliki jumlah 42 siswa. Ia mengatakan sekolah dengan siswa dibawah jumlah 100 akan ditutup.

"Kalau 120 kita masih beri kesempatan untuk meningkatkan jumlah siswa, kalau di bawah seratus kita tutup," ujarnya, Senin, 20 Januari 2020.

Selain itu, jumlah siswa minim tersebut membuat sekolah tidak mampu memenuhi syarat dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 menyebutkan jika dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 peserta didik. Sedangkan, SD yang terletak di Jalan Ikan Gurita, Kangkung, Bandar Lampung itu tidak memenuhi syarat tersebut.

"Sekolah tersebut dalam satu kelas hanya berisi 4 hingga 13 siswa," ujarnya.

Jumlah siswa terbanyak hanya ada pada siswa kelas VI yakni 13 orang. Sedangkan, untuk kelas I hanya ada 5 siswa, kelas II ada 7 siswa, dan kelas III hanya enam siswa. Siswa kelas IV bejumlah 5 orang dan kelas V hanya 7 orang.

"Padahal kita sudah turunkan jumlah minumum menjadi 15, tapi tetap tidak bisa mencapainya," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya telah memberi kesempatan sebelumnya kepada sekolah untuk meningkatkan jumlah peserta didik. Namun, pihak sekolah tidak berhasil melakukan peningkatan.

"Kita dan pihak sekolah sudah berusaha, tapi pada tahun ajaran kemarin (2019/2020) hanya menerima lima peserta didik baru," ujarnya.

Sekolah akan ditutup pada Tahun Ajaran 2020/2021 mendatang. Siswa akan dipindah ke sekolah terdekat sesuai keinginan orang tua wali. Hal serupa juga dilakukan kepada pegawai dan tenaga pengajar, mereka akan dipindah ke sekolah lain di Bandar Lampung.

Sementara, Arman, 48, warga setempat sangat menyayangkan hal teesebut. Hal itu karena sekolah tersebut telah lama berdiri di lokasi tersebut.

Menurutnya, sekolah tersebut sebelumnya merupakan dua sekolah, yakni SDN 1 Kangkung dan SDN 2 Kangkung. Sekolah tersebut digabung menjadi satu sekitar 10 tahun lalu.

"Sayang sih kalau mau ditutup. Tapi kalau sepi bagaimana ya, kita juga bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar