cabaipetanicabai

Hama Ulat Hantui Petani Cabai di Lampung Utara

( kata)
Hama Ulat Hantui Petani Cabai di Lampung Utara
Indra, petani cabai merah, warga Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan, menunjukkan tanaman cabai yang terserang ulat. Yudhi

KOTABUMI (Lampost.co) -- Serangan hama ulat yang melubangi buah cabai, dan menyebabkan rontok serta membusuk menghantui petani cabai di Lampung Utara. Ditambah lagi rontok bunga, kian meresahkan para petani.

Indra, petani cabai merah di Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan, saat ditemui di lahannya, Jumat, 7 Februari 2020, mengatakan serangan ulat dan rontok bunga telah meresahkan petani cabai. Sebab, bisa menurunkan produktivitas hasil panen hingga 10-20 persen. 

"Pembasmian serangan hama ulat saya lakukan secara manual dengan mencari di antara helaian daun dan buah, bila ketemu langsung membunuhnya. Penyemprotan pestisida kimia yang dilakukan belum efektif untuk menanggulangi serangan hama itu, sebab tidak semua ulat mati saat terpapar pestisida," ujarnya. 

Sementara itu Supriyanto, warga Dusun 2, Desa Ratu Abung, Kecamatan Abung Selatan, di halaman rumahnya sekaligus lokasi budidayanya mengeluh, selain ulat, rontok bunga juga menjadi masalah klasik yang dialami petani cabai.

"Di musim penghujan banyak bunga cabai mengalami rontok karena tetesan air, dan ini yang kami sedang cari solusi untuk menanganinya," kata dia. 

Petani berharap pihak penyuluh pertanian Dinas Pertanian (Distan) datang ke lokasi dan memberi solusi pestisida yang dapat digunakan untuk membasmi hama ulat cabe secara efektif dan bagaimana pencegah rontok bunga pada tanaman cabai. 

"Bagi petani, yang dibutuhkan hanyalah solusi untuk penanggulangan hama sebab dengan harga cabai dipasaran saat ini berkisar Rp40 ribu/kg s/d Rp42 ribu/kg, telah memberikan secercah harapan bagi kami sebagai petani untuk mendapatkan keuntungan lebih," tuturnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar