#beritalampung#beritalampungterkini#disabilitas#penyandangdisabilitas#difabel

Hak Penyandang Disabilitas Masuk Prioritas Pemprov Lampung

( kata)
Hak Penyandang Disabilitas Masuk Prioritas Pemprov Lampung
Kegiatan rapat koordinasi Komisi Nasional Disabilitas dengan Dinas Sosial se-Lampung di Gedung Pusiban, Jumat, 9 Desember 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hak penyandang disabilitas menjadi priorotas Pemerintah Provinsi Lampung. Untuk itu, pemerintah di 15 kabupaten/ kota diimbau membentuk program kerja guna memenuhi kebutuhan dan hak para penyandang disabilitas.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan pemda harus secara masif mendata masyarakat yang alami disabilitas. Selain itu, memetakan apa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.

"Misal dengan memberi bantuan usaha ekonomi melalui bantuan usaha produktif kepada lembaga kesehatan sosial (LKS). Dari hal tersebut memberikan dampak panjang yang positif," kata Qodratul dalam rapat koordinasi Komisi Nasional Disabilitas dengan Dinas Sosial se-Lampung di Gedung Pusiban, Jumat, 9 Desember 2022. 

Dia mendorong agar pemerintah kabupaten/kota dalam hal ini Dinas Sosial terus bersinergi dan dapat melahirkan program perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Baca juga: Kelangkaan Solar Ganggu Operasional Transportasi Umum 

"Karena mereka juga sama dengan kita sehingga semua kebutuhan dasarnya juga harus terpenuhi. Jadi kita harus dampingi serta lindungi agar kaum disabilitas sejahtera," katanya.

Qodratul memberikan contoh kaum disabilitas akan sejahtera jika disamakan dengan lainnya. Misal, mendapatkan pekerjaan atau kaum disabilitas diserap dalam dunia kerja.

"Dalam upaya pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang usaha sudah ada Dapur Difabel kemudian bengkel kreasi difabel (Bekal) dan fasilitasi magang di perusahaan. Memang ini belum maksimal tapi akan terus kami dorong ke depannya," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi mengatakan pihaknya mencatat penyandang disabilitas dari ragam usia, di antaranya 0–5 tahun 143 orang, 6–18 tahun 1.881 orang, dan 19–30 tahun 1.632 orang. Kemudian usia 31–40 tahun 1.383 orang, 41–50 tahun 1.401 orang, dan di atas 50 tahun 3.003 orang. 

"Untuk total keseluruhan dari usia yakni 9.443 orang. Namun, untuk jumlah terbanyak jika dilihat dari skala usia yakni di atas 50 tahun yaitu 3.003 orang. Sementara untuk daerah tertinggi jumlah penyandang disabilitas, yakni Lampung Tengah, dengan 588 orang yang berusia di atas 50 tahun," ujarnya. 

Sementata itu, untuk jumlah disabilitas dari nilai ragam terdapat lima, yakni disabilitas fisik dengan jenis daksa 3.001 orang dan eks kusta 139 orang. Lalu ragam disabilitas mental ada dua jenis, yakni gangguan jiwa 1.260 orang dan autis 105 orang. Disabilitas sensorik ada empat jenis, yakni rungu 415 orang, bicara 276 orang, low vision 299 orang, dan blind sebar 422 orang.

Untuk ragam disabilitas intelektual ada tiga jenis, yakni lambat belajar 101 orang, grahita 291 orang, dan down dyndrom 228 oang. Terakhir ragam disabilitas ganda dengan total kasus 3.079.

"Untuk kasus terbanyak ada pada jenis disabilitas ganda dengan total 3.079 orang dan daerah terbanyak Lampung Tengah yakni 520 kasus. Ragam fisik dengan jenis kasus daksa 3.001 dengan daerah terbanyak Lampung Tengah yakni 308 kasus," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar