koronaviruskoronahaji

Haji Ditunda, 201 Jemaah Asal Tuba Gagal Berangkat

( kata)
Haji Ditunda, 201 Jemaah Asal Tuba Gagal Berangkat
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Tulangbawang Zainal Arifin. (Ferdi Irwanda).

MENGGALA (Lampost.co) -- Sebanyak 201 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulangbawang gagal berangkat melaksanakan ibadah haji tahun 1441 hijriah atau 2020 masehi, akibat dampak wabah virus korona atau Covid-19.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Tulangbawang Zainal Arifin mengatakan, pembatalan penyelenggaraan ibadah rukun islam ke lima bagi umat muslim berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji.

Kata Zainal, kebijakan pembatalan penyelenggaran haji tahun ini diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi Virus Disease-19 (Covid-19) yang dinilai belum usai.

"Total kuota haji kita tahun ini ada 236. Tetapi hingga waktu berakhirnya pelunasan biaya haji hanya 201 jemaah yang melunasi," kata Zainal, kepada lampost.co, di ruang kerjanya, Selasa 2 Juni 2020.

Menurut Zainal, meski tahun ini 201 CJH gagal untuk berangkat. Dia memastikan tahun depan mereka akan mendapatkan porsi keberangkatan pada musim haji tahun 1442 hijriah atau 2021 masehi. 

"Nantinya 201 jamaah reguler ini outomatis berangkat tahun depan," katanya.

Selain 201 CJH reguler, terang Zainal, juga terdapat dua orang Petugas Haji Daerah (PHD) yang batal berangkat. "Dua PHD Tulangbawang juga batal berangkat. Tetapi untuk dua PHD ini tergantung dengan keputusan bupati, karena bupati berhak mengusulkan kembali," ujar dia.

Dia menjelaskan, tahun ini dana haji reguler Rp34.677.000. Jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) akan menjadi jemaah haji 1442 H/2021 M. Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan, lanjut dia, akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M. Setoran pelunasan Bipih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji," kata dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar