syair

Hahiwang, Syair Lokal yang Sarat Makna

( kata)
Hahiwang, Syair Lokal yang Sarat Makna
Mamak Lawok (tengah) saat menjadi narasumber dalam Haul Gus Dur XI, Minggu, 17 Januari 2021. (dok)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Hahiwang merupakan salah satu budaya lokal asal Pesisir Barat. Tradisi itu berisi syair yang sarat dengan makna dan nasihat.

Salah satu pelestari tradisi itu adalah Mursi Marsudin yang juga berasal dari Pesisir Barat. Usianya saat ini telah menginjak 66 tahun dan baru saja diberikan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) oleh Kemendikbud.

Dalam Haul Gus Dur XI yang diadakan oleh Klasika, Minggu, 17 Januari 2021, pria yang akrab disapa Mamak Lawok itu menjelaskan, Hahiwang merupakan isi hati sang penyair. Syair berisi berbagai nasihat dalam bahasa Lampung. "Hahiwang adalah nasihat-nasihat dan isi hati tentang kondisi yang sedang terjadi," kata dia.

Mamak Lawok mengatakan sebagai masyarakat Lampung wajib mengetahui Hahiwang. Ia berharap banyak anak muda yang berminat dengan budaya warisan leluhur itu.

Dengan begitu, tradisi lokal yang menjadi identitas pun tidak hilang. Mantan dosen Unila itu juga berharap tradisi lokal terus dibangun bersama. "Saya sudah tua, siapa lagi yang melanjutkan kalau bukan yang muda," tuturnya.

Agenda bertajuk Menyemai Tradisi, Menuai Arti itu dibagi menjadi sejumlah rangkaian antara lain tanggal 17, 23, 24, dan 28 Januari 2021. Selain Mamak Lawok, Klasika juga akan menghadirkan tiga budayawan lainnya yakni Johansyah, Supirman, dan Humaidi Abbas.

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar