#smk#digital#internet

Hadapi Industri 4.0, Lulusan SMK Dibekali Web Programming

( kata)
Hadapi Industri 4.0, Lulusan SMK Dibekali <i>Web Programming</i>
Kemendikbud-Ristek sedang mempersiapkan terciptanya generasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkualitas sesuai kebutuhan dunia kerja. Lampost.co/Lucito Sasongko


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) sedang mempersiapkan terciptanya generasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkualitas sesuai kebutuhan dunia kerja yang dalam pelaksanaannya melibatkan multisektor, mulai dari tenaga pengajar hingga para pelaku industri.

Kebutuhan tenaga kerja berkemampuan digital yang akan semakin meningkat seiring dengan akselerasi interaksi digital pada era industri 4.0 menjadi perjalanan panjang yang akan berdampak pada pertumbuhan bangsa.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek, Wikan Sakarinto, mengatakan Kemendikbud-ristek telah dan akan terus melakukan revitalisasi SMK yang sejak 2019 pihaknya terus tingkatkan implementasi konkrit kerja sama dengan dunia kerja berpedoman pada rumus Link and Match (taut-suai) 8+i.

"Link and Match ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan mendalam, menyeluruh dan berkelanjutan dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, yakni antara SMK dengan dunia kerja," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat, 29 Oktober 2021. 

Baca: 300 Guru SMK di Lamsel Rumuskan Soal Ujian Berbasis Android

 

Terkait hal itu, Samsung Electronics Indonesia pun kembali menghadirkan program bertajuk Samsung Innovation Campus (SIC)- Batch 2 – 2020/2021, program yang sudah dimulai sejak Oktober 2020 lalu hingga kini berada di penghujung program dengan menampilkan proyek-proyek terbaik dari siswa-siswa SMK.

Direktur Samsung R&D Institute Indonesia (SRIN), Risman Adnan M mengatakan, Samsung Electronics Indonesia mempertegas komitmennya dalam mendorong terciptanya generasi masa depan yang mampu berkompetisi di Industri melalui penyelenggaraan program SIC.

"Program ini sekaligus bertujuan meningkatkan keterampilan dan kapabilitas siswa SMK dari sekolah mitra dengan memberikan metode pembelajaran yang berfokus kepada kemampuan teknis (hard skill) dan membantu meningkatkan soft skill yang kuat," tutur dia.

Ia menambahkan, dengan tetap berfokus pada pengembangan kemampuan dasar teknologi yang semakin dibutuhkan industri 4.0, SIC 2021 menekankan materi pelatihan pada pengembangan website sebagai platform dasar untuk informasi produk atau layanan.

Pelatihan yang diberikan dalam program SIC Batch 2 – 2020/2021 ini meliputi Design Thinking, Web Design (UX), dasar-dasar pemrograman website seperti HTML, CSS, Javascript, serta kemudahan akses networking komunitas belajar lintas sekolah bersama para mentor yang ahli dibidangnya.

Karenanya, metode ini sejalan dengan rumus pembelajaran 8+i Link and Match dari Kemendikbud-Ristek, dalam mencetak lulusan SMK yang mampu menjawab tantangan industri melalui kemampuan khusus di bidang teknologi informasi dan perangkat lunak. 

Wikan berharap program SIC dapat menguatkan softskill, hardskill, dan karakter siswa SMK serta memberikan perspektif kebutuhan riil terkini dari industri saat ini seperti apa sehingga siswa SMK bisa membangun passion dan visinya sedini mungkin.

Menurutnya, keseluruhan aspek dalam rumus tersebut juga terangkum dalam program SIC, yang pada tahun keduanya ini telah membantu siswa SMK memperkuat aspek soft skills, hard skills, dan karakter yang sesuai kebutuhan industri, pembelajaran berbasis proyek riil, praktek kerja lapangan, hingga pembaruan teknologi dan kolaborasi bersama pelaku industri.

"Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada SIC yang turut mendukung upaya-upaya revitalisasi tersebut dengan semangat merdeka belajar, dan kita semua berharap agar rangkaian program ini dapat terus diselenggarakan hingga tujuan besar kemajuan pendidikan untuk kesejahteraan rakyat dapat tercapai," terang Wikan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar