#telkomsel#habibie#telekomunikasi#operatorseluler#ekbis

Habibie Tokoh di Balik Kelahiran Telkomsel

( kata)
Habibie Tokoh di Balik Kelahiran Telkomsel
Foto: Dok/Telkomsel

JAKARTA (Lampost.co) -- Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yaitu Presiden RI ke-3 Prof. B.J. Habibie, Rabu (11/9/2019) lalu. Wafatnya pria berusia ke-83 tahun itu turut memberikan rasa duka mendalam bagi jajaran PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sebab, almarhum menjadi tokoh penting dalam berdirinya perusahaan telekomunikasi tersebut di awal 1990-an.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini menjelaskan keluarga besar perusahaan tersebut turut berduka dan merasakan kehilangan atas kepergian Habibie. Sebab, sosok tersebut menjadi salah satu pendiri Telkomsel. Artinya, tokoh tersebut memiliki hubungan yang erat dalam sejarah beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia.

"Pertama kali Telkomsel meluncur di Pulau Batam, 26 Mei 1995. Mulai dari hadirnya teknologi GSM hingga berdirinya Telkomsel tidak dapat dipisahkan dari peran penting beliau. Saat itu beliau menjabat Menteri Riset dan Teknologi. Di atas kertas, beliau menuliskan persetujuan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler di Indonesia," kata Emma, Jumat, 13 September 2019.

Tulisan itu yang kemudian menjadi referensi sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital. Awalnya, Telkomsel yang hanya bagian dari produk PT Telkom diujicoba dengan menghubungkan telepon dari teknologi GSM Telkomsel perdana dari Batam ke Jakarta dan London," ujarnya.

Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM dipersiapkan dan dikembangkan menjadi operator seluler. Berdirinya layanan itu, Habibie pun menjadi pelanggan pertama Telkomsel. Namun, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas kontribusinya, pihaknya pun memberikan penghargaan sebagai pelanggan ke-100 juta pada perayaan pencapaian di 2011.

Sosok bapal teknologi Indonesia itu juga pernah memberikan pesan berharga bagi perusahaan tersebut. "Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis intelektual saya. Teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa”. Hal itu menjadi pesannya pada ulang tahun Telkomsel ke-21 pada 2016.

“Semangat Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusinya untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa," katanya.

Effran Kurniawan

Berita Terkait

Komentar