#beritalampung#beritalampungterkini#guru#pendidikan#mendidik

Guru dalam Mendidik Anak Harus dengan Cinta

( kata)
Guru dalam Mendidik Anak Harus dengan Cinta
Guru di Lambar mengikuti seminar pendidikan karakter dengan narasumber Kak Seto yang berlangsung di GOR Aji Saka Liwa, Senin, 21 November 2022, Senin, 21 November 2022. Dok Kominfo


Liwa (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus berupaya meningkatkan kapasitas para guru. Hal itu untuk mendapatkan pola pendidikan yang lebih baik dalam mendidik calon-calon generasi penerus bangsa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemkab Lambar menggelar seminar nasional pendidikan karakter dan strategi mengajar (leadership training and teaching strategis of teacher) di GOR Aji Saka Liwa, Senin, 21 November 2022. Kegiatan yang diikuti guru PPPK dan guru PNS itu menghadirkan narasumber psikolog anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto, Ketua Himpaudi Pusat Prof. Netti Herawati, dan Lembaga Pengembangan Edukasi Indonesia (LPEI).

Baca juga: Asep Sukohar Minim Komentar Dalam Pengajuan Bakal Calon Rektor Unila

Bupati Lambar Parosil Mabsus menyatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para dewan guru tentang cara mendidik anak dengan cinta dan mengetahui bagaimana emosional anak. Selain itu, strategi mengajar di era digital serta bagaimana meningkatkan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi pendidik.

Kemudian juga mengembangkan dan menumbuhkan gerakan literasi guna mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Selanjutnya, menumbuhkan karakter kepemimpinan yang energik bagi pendidik serta menumbuhkan integritas dan loyalitas sebagai seorang pemimpin.

“Peran dewan guru sangat besar terhadap kemajuan pendidikan. Karena keberhasilan pendidikan bergantung kepada gurunya. Untuk itu, seluruh peserta seminar mengikutinya dengan serius bukan hanya sekadar duduk-duduk dengan mata melotot saja tapi harus menyimak dan menulis apa yang disampaikan sehingga saat pulang bisa dipelajari kembali dan dapat ditetapkan saat mengajar,” katanya.

Dia menyatakan jika hanya mendengar penjelasan dari narasumber saja, hasilnya tidak akan maksimal karena daya ingat ini terbatas. Karena itu, menyimak dan mencatat apa yang disampaikan narasumber sehingga upaya untuk pembentukan karakter bagi tenaga pendidikan di Lambar ini tidak sia-sia. Apa yang disampaikan narasumber juga bisa diimplementasikan saat mengajar.

Sementara itu, Kak Seto menyampaikan tentang bagaimana meningkatkan pemahaman tentang cara mendidik anak dengan cinta sehingga mampu mengendalikan emosionalnya dan bagaimana strategi mengajar di era digital ini.  “Ada empat hak yang dimiliki anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan saat ini sudah bukan zamannya lagi mengajar dengan kekerasan, seperti membentak dan lainmya. Namun, sebaliknya mengajar dengan rasa cinta dan nada bicara yang halus sehingga anak merasa diperhatikan sehingga akan mengerti dengan apa yang disampaikan.

“Guru juga dituntut mampu mencipatakan suasana belajar yang gembira untuk mendukung pembentukan karakter masing-masing anak,” katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar