#ekbis#ekonomikreatif#oleh-olehlampung

Gurihnya Meraup Laba Usaha Keripik Pisang Kepok

( kata)
Gurihnya Meraup Laba Usaha Keripik Pisang Kepok
Salah seorang pekerja menunjukkan proses produksi keripik pisang kepok yang di beri label "FANANA" di Desa Semuli Jaya. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto


Kotabumi (Lampost.co): Sebagai sentra oleh-oleh keripik pisang. Usaha keripik pisang di Lampung bisa menjanjikan apabila dikelola dengan baik.

"Enakkan, cokelatnya melumer di mulut," kata Zuhrifa, pengrajin keripik pisang kepok, warga Desa Semulijaya, Kecamatan Abung Semuli, kepada Lampost.co, Kamis, 2 Januari 2020.

Di sentra produksinya, keripik pisang kepok yang di beri merek "FANANA" di kemas dalam wadah plastik ukuran sedang dengan berat per bungkusnya 200 gram yang terbagi dalam sembilan varian rasa diantaranya cokelat, susu, melon, stroberi, wijen, kacang, keju, pedas, dan original. Harga per bungkus dibanderol Rp14 ribu, sedangkan khusus rasa original perbungkus dibanderol lebih murah yakni Rp10 ribu. 

"Penjualan hasil produksi dilakukan di toko oleh-oleh milik kami yang merangkap menjadi sentra produksi dan satu cabang di Bandar Lampung. Selain itu, juga dibeli langsung pelanggan yang datang kesini untuk buah tangan keluarg. Kalau pedagang untuk di jual kembali," ujarnya. 

Dalam sekali produksi, rata-rata dihabiskan 40 sisir pisang kepok dengan harga per sisir pisang tergantung kualitas berkisar Rp5 ribu - Rp7 ribu. Setelah digoreng, pisang akan menyusut menjadi 23 kg keripik pisang kepok kering. Selanjutnya keripik pisang tersebut dibumbui dengan berbagai varian rasa disesuaikan kebutuhan stok yang ada.

Dia mengaku keuntungan bersih dari usaha keripik pisang kepok sekitar 30 persen setelah dikurangi biaya kerja, bahan baku, dan ongkos produksi.

"Saat ini saya baru memberdayakan dua orang tenaga kerja dari masyarakat sekitar, dengan upah harian Rp50 ribu per orang per hari," ujarnya.

Dalam sehari, lanjut dia, dari 23 kg keripik pisang yang telah di goreng setelah dibumbui dan dikemas, diperoleh hasil sekitar 100 bungkus - 120 bungkus.

Dia berharap usaha keripik pisang yang dirintis sejak 2014 lalu bisa lebih berkembang pesat dan dapat menjadi saluran berkat untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar