#GunungMerapi

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Pagi Tadi

( kata)
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Pagi Tadi
Ilustrasi--Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Tempel, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (5/3/2021).. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri)


Yogyakarta (Lampost.co) -- Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Sabtu pagi, 27 Maret 2021. Awan panas meluncur beberapa kali dalam waktu berdekatan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menerangkan, awan panas Gunung Merapi pagi ini keluar pada pukul 06.02, 06.03, dan 06.31 WIB. Dalam rekaman seismogram amplitudo maaksimumnya 44 milimeter dan durasi 130 detik. 

"Jarak luncur awan panas kurang lebih 1.300 meter ke arah barat daya," ujar Hanik.

Peristiwa awan panas maupun guguran lava juga terjadi dalam periode pengamatan dini hari pukul 00.00-6.00 WIB. Awan panas yang keluar dalam periode itu sebanyak empat kali. Luncuran material awan panas sejauh 1,8 kilometer di barat daya. 

Selain itu, guguran lava pijar juga terjadi dua kali. Material lava mengarah ke barat daya sejauh 800 meter. 

"Secara visual asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah," katanya. 

Lima jenis kegempaan terjadi selama periode enam jam itu. Mulai gempa awan panas guguran terjadi empat kali, gempa guhitam 36 kali, gempa fase banyak lima kali, gempa vulkanik dangkal sekali, dan gempa tektonik jauh sekali. 

Sementara, terjadi lima kali guguran lava pijar pada Jumat malam, 26 Maret 2021. Material lava pijar meluncur sejauh 800 meter dari puncak. 

"Kegempaan yang terjadi meliputi gempa guguran 35 kali, gempa hembusan sekali, dan gempa fase banyak empat kali," tuturnya. 

BPPTKG sampai sekarang belum mengubah status Gunung Merapi, yakni dalam posisi siaga. Masyarakat tetap diimbau beraktivitas di luar radius lima kilometer dari puncak. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar