#merapi#gunungmerapi

Gunung Merapi Muntahkan 86 Kali Lava Pijar dalam Sepekan

( kata)
Gunung Merapi Muntahkan 86 Kali Lava Pijar dalam Sepekan
Gunung Merapi. (DOK BPPTKG)


Yogyakarta (Lampost.co) -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, guguran awan panas dan lava sebanyak 86 kali dalam periode 27 Agustus-2 September 2021. Guguran awan panas juga menyebabkan hujan abu.

 

"Pada minggu ini terjadi 6 kali awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.500 meter. Dilaporkan terjadi hujan abu pada 28 Agustus dan 1 September 2021 di beberapa wilayah, antara lain di Kecamatan Srumbung, Salam, Ngluwar, Dukun, Mungkid, Sawangan, Muntilan, dan Salaman," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 September 2021.

Ia juga mengatakan, guguran lava meluncur 80 kali. Guguran lava meluncur ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Hanik mengatakan, hasil foto memakai pesawat tanpa awak pada 1 September, menunjukkan secara umum, baik kubah barat daya maupun kubah tengah masih mengalami pertumbuhan. 

"Ketinggian kubah barat daya bertambah sekitar 2 meter dan kubah tengah bertambah sekitar 1 meter. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.440.000 meter persegi dan kubah tengah sebesar 2.842.000 meter persegi," kata dia. 

Dalam minggu ini, ia melanjutkan, kegempaan Gunung Merapi mencatat 6 kali gempa Awan panas Guguran (AP), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 62 kali gempa Low Frekuensi (LF), 68 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.978 kali gempa Guguran (RF), 1.289 kali gempa Hembusan (DG), dan 3 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini disebut lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. 

Ia menegaskan Gunung Merapi masih berstatus siaga yang ditunjukkan dengan aktivitas erupsi efusif. Potensi bahaya guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara dan barat daya. 

"Luncuran material guguran sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," ungkapnya. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar