gunungmerapierupsi

Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi 2021

( kata)
Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi 2021
Gunung Merapi difoto dari kawasan Kaliurang, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko


Yogyakarta (Lampost.co) -- Titik api diam sempat muncul di Puncak Gunung Merapi pada 4 Januari 2021. Laporan pertama teramati pada pukul 19.30 WIB. Selain itu, terdapat pula informasi serupa pada Selasa dinihari, 5 Januari 2020.

 

"Itu api diam atau lava pijar (di puncak Gunung Merapi)," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, di Yogyakarta, Selasa, 5 Januari 2021.

Hanik menjelaskan munculnya lava pijar itu menunjukkan adanya perubahan signifikan aktivitas vulkanis gunung itu. Ia mengatakan pemendekan terus terjadi.

 

"Gunung Merapi memasuki fase erupsi 2021. Ini masih indikasi," jelas Hanik.

Ia menuturkan dapur magma gunung itu terisi sejak 2012 hingga 2020. Dapur magma itu kosong sejak erupsi 2010. Pengisian dapur magma terjadi dalam proses berulang kali terjadinya letusan freatik.

"Magma terisi lalu bergerak ke konduit dalam. Lalu masuk ke kantung magma. Sejak Agustus 2020 pertumbuhan kubah lava terus terjadi," ungkapnya.

Menurut Hanik magma yang kemudian menjadi kubah lava di puncak itu akan menyebabkan guguran. Sejak September lalu, Gunung Merapi alami letusan (guguran) eksplosif.

"Lava pijar atau api diam itu teramati di lava 1997. Itu teramatai di Pos Pengamatan Kaliurang," ujarnya.

Sampai saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga sejak 5 November 2020. Selama dua bulan berstatus siaga, BPPTKG mengingatkan agar tak ada lagi aktivitas di kawasan rawan bencana, baik penambangan, wisatawa, maupun kegiatan warga yang lain.

Winarko







Berita Terkait



Komentar