#covid-19#viruskorona#viruscorona

Gugus Tugas Covid-19 Lampung Tidak Tahu Loekman-Ellya Dipindahkan ke Jakarta

( kata)
Gugus Tugas Covid-19 Lampung Tidak Tahu Loekman-Ellya Dipindahkan ke Jakarta
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana.Dok.Lampost.co 

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Laporan hasil laboratorium dokter patalogi klinik di Rumah Sakit Mayapada Hospital Jakarta, Selasa 29 September 2020, yang beredar menyebutkan Loekman Djoyosoemarto dan Ellya Lusiana negatif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan specimen nasopharyngeal and oropharyngeal menggunakan PCR SARS-Cov-2 (Covid-19).

Bupati Lampung Tengah nonaktif, Loekman Djoyosoemarto dan istrinya Ellya Lusiana dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjadi pasien nomor 847 dan nomor 848 Lampung berdasarkan pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM). Pemeriksaan melalui TCM keakuratannya sama dengan polymerase chain reaction (PCR) pada Minggu malam, 27 September 2020.

Loekman dan istrinya dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo. Kemudian pada Senin pagi, 28 September 2020, diantarkan melakukan isolasi di ruang isolasi Rumah Sakit Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah. Lalu dirujuk menuju RS Mayapada Hospital Jakarta.

Namun, pemindahan Loekman dan istrinya ke RS Mayapada Hospital Jakarta dari RS Demang Sepulau Raya tanpa sepengetahuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengaku belum ada konfirmasi dari kepala Dinas Kesehatan Lamteng terkait Loekman Djoyosoemarto dan istrinya dibawa ke RS Mayapada Hospital Jakarta. Namun, dia sudah membaca informasinya melalui media.

"Saya belum melakukan pembicaraan dengan kadisnya apa alasannya dan untuk apa, dari zona kuning kok dibawa menuju zona merah. Nanti saya tanya dulu kepada kadisnya, mungkin ada alasan apa," katanya di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Selasa, 29 September 2020.

Berita terkait: Nessy Kalvia Doakan Kesembuhan Loekman Djoyo-Istri

Kemudian untuk tracing-nya sudah ada kurang lebih 200 orang dan hasilnya belum ada yang keluar. Ia mengajak semua pihak berdoa mudah-mudahan hasilnya tidak ada yang positif Covid-19.

"Semua kita lakukan kajian yang mendalam anamnesa mendalam, bukan hanya di pemkab saja tapi mungkin ada perkumpulan beliau seperti arisan mungkin, kita semua tanyakan. Mudah-mudahan tak ada yang positif," katanya.

Ia juga mengatakan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) alat-alatnya sudah lengkap. Apalagi RSUDAM merupakan rumah sakit rujukan. "Namanya rumah sakit rujukan, pasti sudah divisitasi dan bisa menjadi rumah sakit rujukan. Jadi kami tidak sembarangan memberikan izin atau SK sebagai rumah sakit rujukan," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar