#gugatan#dosen#prasetyamandiri

Gugatan Dosen Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

( kata)
Gugatan Dosen Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
Surat laporan polisi dan surat perjanjian dosen paruh waktu. dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gugatan dosen Kampus Prasetya Mandiri Group (PMG) Akademi Perpajakan Tridarma Lampung Muhammad Ridho Erfansyah terhadap kampusnya menunggu hasil penyelidikan polisi.

Oknum dosen Kampus Prasetya Mandiri Group (PMG) Akademi Perpajakan Tridarma Lampung Muhammad Ridho Erfansyah melaporkan kampus tempatnya mengajar.

Dalam laporannya Nomor: LP/B/3798/IX/2019/LPG/RESTA BALAM, Muhammad Ridho Erfansyah memperkarakan pembayaran upah lebih rendah dari upah minimum. Pelapor mengalami kerugian materil sebesar Rp70 juta.

Merespon itu, Direktur Eksekutif Perguruan Tinggi Tridarma Akademi Perpajakan Lampung, Suheriyatmono menerangkan bila pihaknya dengan Muhammad Ridho Erfansyah memiliki perjanjian kerja yang telah disetuji oleh yang bersangkutan.

Dimana, sebagaimana aturan Dikti, dosen harus mengurus Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Setelah memperoleh NIDN berkewajiban mengurus jenjang akademik, memperoleh sertifikasi dosen, melakukan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi.

Sementara, M Ridho Erfansyah statusnya bukan lah karyawan tetap. Melainkan hanya dosen yang datang saat jam mengajar. “Namun, pelapor sudah lama tidak mengajar, tidak melakukan tridarma," ujar Suheriyatmono, Rabu, 4 Desember 2019.

Ia juga membantah bila pihaknya tidak membayarkan honor setiap bulannya terhadap pelapor. Selain itu, menurutnya status terlapor sampai saat ini tidak diberhentikan. "Terakhir, jika yang bersangkutan tidak senang lagi di kampus ini, dipersilahkan meninggalkan," kata Suheriyatmono.

Terkait kepesertaan BPJS, M Ridho Erfansyah yang berprofesi sebagai pengacara sudah terdaftar sebagai peserta BPJS, tetapi meminta BPJS ke kampus.

Menurutnya, pelapor tidak bekerja 8 jam perhari, enam hari dalam seminggu dan sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun. "Kok minta bayar penuh waktu ke kampus (UMR)?," tegasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Efendi mengatakan pihaknya baru memeriksa saksi-saksi.

"Baru memeriksa saksi-saksi baik terlapor dan pelapor. Kami masih minta saksi ahli dari Dinas Tenaga Kerja, baru gelar perkara memastikan diteruskan atau tidak kasus tersebut dilanjutkan," ujar Kompol Rosef Efendi, Rabu, 4 Desember 2019.

Sebagaimana diketahui, sejumlah orang yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) melakukan aksi di depan kantor kampus Prasetya Mandiri Group (PMG) Akademi Perpajakan Lampung, Rabu, 4 Desember 2019.

Mereka juga melakukan konfrensi pers di Sekretariat FSBKU Lampung di jalan Pulau Sanama Nomor 3 Way Halim Permai, Bandar Lampung.

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar