#izin#gudang#bandarlampung

Gudang Resahkan Warga Sukabumi Ternyata Tidak Memiliki IMB

( kata)
Gudang Resahkan Warga Sukabumi Ternyata Tidak Memiliki IMB
Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebuah gudang yang berada di Jalan Tirtayasa, Gang Cendrawasih, RT01 LK II, Sukabumi, Bandar Lampung, yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh warga sekitar lantaran aktifitasnya dinilai meresahkan ternyata tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal itu terkuak ketika Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung, memanggil pihak pemilik gudang untuk audiensi terkait adanya laporan dari masyarakat tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Permukiman Dekrison mengatakan, bahwa atas dasar keluhan dari warga RT01 LK II, Sukabumi itu, pihak Dinas meminta penjelasan kepada pemilik dan sekaligus mempertanyakan mengenai izin-izin yang dimiliki pihak pengelola gudang.

"Kita tanya PBB alhamdulillah dibayar, izin operasionalnya sudah ada, hanya tinggal IMB nya saja, nah perizinannya itu apakah masuk kategori usaha atau bangunan biasa. Maka kita persilahkan si pemilik untuk mengurus izin ke Dinas Pezinan," kata Dekrison, Rabu, 29 Januari 2020.

Pihaknya menerangkan, berdasarkan penjelasan dari si pemilik gudang. Bahwa awalnya lokasi tersebut hanya sebatas sebagai tempat transit barang, lanjut laut semakin berkembang maka dibangun sebuah tempat penyimpanan dengan menambah kapasitas lahan.

"Sebetulnya itu garasi, bangunannya tidak ada. Awalnya pemilik ini cerita, dia pensiunan Telkom kemudian mendapat borongan pengadaan mobil, maka dibuatlah garasi itu dan sekarang untuk penyimpanan transit barang sebelum di pergunakan," jelasnya.

Namun demikian, antara warga sekitar dan pemilik gudang sudah menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Hal itu dibuktikan telah digelarnya rapat antara pemilik dan warga di kantor kelurahan setempat, beberapa waktu lalu.

"Ya kalau memang warga sudah sepakat, ya sudahlah kita hentikan saja, karena memang itu orang usaha," kata Dekrison.

Ditempat yang sama, pemilik gudang sekaligus komisaris dari PT dan CV Yonatamahari Bersaudara, Yanto Hariyanto mengatakan bahwa aktifitas gudang telah meresahkan warga sekitar dan persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan, ada buktinya dinyatakan dalam rembuk pekon sabtu pagi minggu kemarin," kata Yanto.

Sesuai hasil mediasi, perusahaan diperbolehkan untuk tetap beraktivitas, dengan catatan tidak menganggu arus lalu lintas warga setempat. Pihaknya juga telah berkomitmen untuk tidak membawa Truk Fuso masuk ke dalam jalan lingkungan dan tidak membawa muatan melebihi 8 ton.

"Awalnya sebenarnya hanya garasi untuk mobil. Ukuran 300 meter persegi. Namun belakangan ada pekerjaan yang mengharuskan barang masuk ke penyimpanan. Baru setahun terakhir meningkat barang keluar masuknya,” ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar