#petanikopi#perkebunan#ekbis

Gubernur Lampung Rangkul Nestle Bina Petani Kopi

( kata)
Gubernur Lampung Rangkul Nestle Bina Petani Kopi
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima audiensi dari PT Nestle Indonesia, di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur, Kamis, 2 Juni 2020. Dok ADPIM

Bandar Lampung (Lampost.co): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak PT Nestle Indonesia melakukan pembinaan petani kopi dengan memetik biji kopi merah agar terjadi peningkatan kualitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani kopi Lampung. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima audiensi dari PT Nestle Indonesia di ruang kerjanya, Kamis, 2 Juni 2020.

"Lampung merupakan penghasil kopi nomor satu di  Indonesia. Guna meningkatkan kualitas kopi Lampung, maka petani kopi Lampung harus melakukan petik biji kopi merah. Bagaimana meningkatkan kualitas kopi Lampung? maka salah satunya dengan cara melakukan petik biji kopi merah. Dengan melakukan petik biji kopi merah, maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi Lampung,” kata Arinal.

Gubernur mengakui ada beberapa pengusaha yang memanfaatkan petani untuk melakukan petik biji kopi hijau. Hal tersebut yang akan ia tertibkan nantinya, sehingga akan mampu meningkatkan kualitas kopi Lampung.

Arinal mengajak PT Nestle Indonesia meningkatkan sinergi dengan membina dan pengembangan petani kopi guna meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Lampung. 

Ia juga meminta Nestle atau para pengusaha untuk memproses produk industri hilir dengan bahan baku asal Lampung guna menghindari impor dan untuk kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19, Lampung mampu melakukan efisiensi impor lebih dari Rp 4 triliun, dan sebaliknya ekspor Lampung surplus sekitar Rp2,4 triliun.

"Tak hanya melakukan kerja sama terkait kopi, kedepannya akan mendukung kebutuhan susu PT Nestle Indonesia. Lampung juga kedepan akan meningkatkan produktivitas susu sapi. Yang mana nantinya juga dapat digunakan untuk memenuhi kekurangan kebutuhan susu di PT Nestle,” kata Arinal.

Sementara itu Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar menjelaskan bahwa pada 2020 ini PT Nestle Indonesia tetap berkomitmen untuk membeli kopi dari petani Lampung. Sebanyak 50 ribu ton dengan nilai setara 75 juta dolar AS. Nestle juga berkomitmen mendukung penuh para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi yang akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selama sepuluh tahun, lanjutnya, PT Nestle Indonesia telah melakukan pemberdayaan untuk petani di Lampung dalam bentuk program Nescafe Plan. Kegiatan yang dilakukan seperti membekali petani dengan keterampilan teknis untuk meningkatkan produktivitas mereka (GAP) dan mengoptimalkan biaya produksi serta mempromosikan keterampilan wirausaha.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar