#iduladha

Gubernur Lampung Keluarkan Aturan Pelaksanaan Ibadah Iduladha

( kata)
Gubernur Lampung Keluarkan Aturan Pelaksanaan Ibadah Iduladha
Foto. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan surat edaran penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban di Provinsi Lampung.

Berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor 15 tahun 2021 tentang penerapan proses dalam penyelenggaraan salat hari raya Iduladha dan pelaksanaan kurban tahun 1442 H dengan ini disampaikan malam takbiran menyambut hari raya Iduladha dapat dilaksanakan di semua masjid dengan ketentuan diantaranya melaksanakan secara terbatas paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid dengan memperhatikan standar prokes.

"Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan selain itu juga kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian dan kerumunan serta kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid," kata Arinal dalam surat edarannya, Senin, 5 Juli 2021.

Salat Iduladha 10 Dzulhijjah dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid Sedangkan untuk zona merah dan orange ditiadakan.

"Kemudian salat Iduladha dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid hanya di daerah yang dinyatakan aman dari covid-19 atau di luar zona merah dan orange berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan satuan tugas penanganan covid-19," jelasnya.

Dalam pelaksanaan salat hari raya Iduladha, dilaksanakan di lapangan terbuka atau masjid sebagaimana dimaksud pelaksanaan salat dengan rukun salat dan penyampaian kutbah secara singkat paling lama 15 menit.

"Selain itu jamaah salat yang hadir paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf. Selain itu panitia salat diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir," jelasnya.

Bagi lanjut usia atau orang yang kondisi kurang sehat atau baru sembuh dari sakit, serta dari perjalanan dilarang mengikuti salat hari raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid.

Kemudian, pelaksanaan kurban juga harap diperhatikan dengan ketentuan diantaranya penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari yakni tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban.

"Kami imbau pemotongan hewan kurban dilaksanakan di rumah pemotongan hewan dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas dengan proses yang ketat," jelasnya.

Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging dan pendistribusian kepada warga yang berhak menerima wajib memperhatikan proses yang berarti kegunaan alat tidak boleh secara bergantian.

Selain itu kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dan pendistribusian dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

"Panitia hari besar sebelum menggelar salat, wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten atau kota dan Satgas penanganan konflik masing-masing wilayah untuk mengetahui informasi zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar proses dijalankan dengan baik aman dan terkendal," ujar dia.

Ia mengimbau jika dalam hal terjadi perkembangan seperti terdapat peningkatan yang signifikan antara provinsi, kabupaten atau kota, sehingga pelaksanaan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

"Masyarakat diminta untuk dapat melakukan pemantauan pelaksanaan ini secara hierarki melalui instansi yang ada di bawahnya," tutup Arinal.

Winarko







Berita Terkait



Komentar