#lingkungan#bencanaalam

Gubernur Ajak Semua Pihak Jaga Kelestarian Lingkungan

( kata)
Gubernur Ajak Semua Pihak Jaga Kelestarian Lingkungan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama jajarannya usai rapat orientasi bersama pengurus Forum Komunikasi Petani Lampung Berjaya (FKPLB) serta jajaran stakeholder terkait di Mahan Agung, Minggu, 12 Januari 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus bergerak cepat menanggulangi bencana alam yang terjadi di Bumi Ruwai Jurai. Cuaca ekstrem yang terjadi mengakibatkan banyak terjadi banjir dan longsor di berbagai daerah, salah satunya di Way Semaka, Tanggamus.

Semua pihak pun turun langsung untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban. Bukan hanya bantuan sembako dan kebutuhan pokok saja, alat berat pun dikerahkan untuk membuka jalan dan merapikan puing-puing banjir bandang dan longsor di lokasi kejadian. Namun yang paling penting ialah upaya jangka panjang agar bencana tersebut tidak terulang dan menimbulkan banyak korban.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan mitigasi bencana harus dilakukan sehingga apabila musim kemarau tidak kekeringan dan musim hujan tidak kebanjiran. Kelestarian hutan harus dijaga dan revitalisasi sungai-sungai, pengerukan, pembersihan serta pemasangan talut harus dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana.

"Kita harus memperbaiki. Kenapa ada hutan, kenapa ada pertanian, ada sungai dan sebagainya. Itu kan ada fungsi-fungsinya," katanya usai rapat orientasi bersama Pengurus Forum Komunikasi Petani Lampung Berjaya (FKPLB) serta jajaran stakeholder terkait di Mahan Agung, Minggu, 12 Januari 2020.

Secara keseluruhan Lampung memiliki luas lahan hutan 1.004.735 hektare dengan perincian hutan konservasi dengan luas 462.030 hektare, hutan lindung 317.615 hektare, dan hutan produksi 225.090 hektare. Sementara untuk luas kawasan hutan yang rusak di Lampung ada sekitar 37,42% atau 375.928 hektare. 

"Ada taman nasional, ada daerah konservasi, ada hutan lindung, ada hutan produksi dan sebagainya. Gunanya itu kan untuk menjaga lingkungan dan resapan air," katanya.

Dia juga mengatakan Lampung memiliki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang membujur. Artinya, bila hutannya rusak, sengsaralah kabupaten yang ada disekitarnya karena muara sungai semuanya berasal dari TNBBS tersebut.

"Tidak ada jalan lain. Taman nasional dan hutan-hutan kita perbaiki, supaya fungsi-fungsinya bisa bermanfaat. Ilegal logging juga harus dihukum seberat-beratnya. Waktu saya jadi kadis Kehutanan, saya tanam sonokeling. Ketika saya jadi gubernur kalau habis dipanen dan dimaling orang. Gak bener," kata Arinal.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar