#pemprovlampung#pakan

Gubenur Arinal Minta Produsen Turunkan Harga Pakan Ikan

( kata)
Gubenur Arinal Minta Produsen Turunkan Harga Pakan Ikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan sambutan dalam Rapat bersama produsen pakan ikan di Golden Dragon, Selasa, 27 Maret 2022 . // Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta produsen pakan ikan agar dapat menurunkan harga pakan. Hal itu menyikapi persoalan pembudidaya ikan di Lampung yang hanya mendapat keuntungan jual sedikit.

"Persoalan ini harus disadari betul oleh produsen, ayo bantu saya mensejahterakan masyarakat Lampung dengan cara yang tidak sulit, hanya dengan memberikan keringanan harga pakan saja," kata Arinal Djunaidi, Selasa, 29 Maret 2022.

Adapun permintaan tersebut berdasarkan hasil pantauan dirinya terkait dengan harga pakan saat ini, dimana menurutnya pembudidaya hanya mendapatkan untung Rp2 ribu per kilogram, hal itu ditambah dengan harga pakan yang mahal.

"Coba kaji ulang atau evaluasi, pasti masih bisa dicari jalan keluar jangan sampai menyengsarakan rakyat. Kita cari win win solution, produsen untung, pembudidaya juga untung," katanya.

Jika persoalan produsen menjual harga tinggi karena faktor pembelian bahan baku yang mahal, dirinya mendoronng agar pihak produsen bisa gunakan produk bahan baku dari dalam negeri.

"Seperti diketahui, produk bahan pakan ikan yang masih impor seperti kedelai, tepung ikan dan minyak ikan. Karenanya Gubernur mengajak semua produsen beralih," kata dia.

Sebab hal tersebut sejalan dengan imbauan Presiden yang memerintahkan untuk hentikan impor dan gunakan produk dalam negeri. "Kita harus peduli, kasihan petani dan nelayan harusnya dapat fasilitas harga murah. Saya akan minta pimpinan perusahaan untuk hadir dalam evaluasi untuk bahas dorongan Presiden ini," tegas dia.

Ia juga mengimbau agar harga pakan ikan berada diangka Rp9 ribu per kilogramnya. "Sebelumnya kan Rp15 ribu, ini masuk kategori tidak tinggi. Karena potensi pakan ikan di Lampung tinggi, mencapai 200 ribu ton jadi sayang kalau tidak ada dukungan," jelas dia.

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Liza Derni mengatakan akan mendorong perusahaan dapat manfaatkan produk dalam negeri untuk kebutuhan pakan ikan di Lampung.

"Namun beberapa produk bahan baku pakan ikan masih harus impor karena belum ada di sini. Seperti kedelai, tepung ikan, minyak ikan, jadi memang itu masih impor," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar