#azissyamsuddin#golkar#dpr

Golkar akan Serahkan Nama Pengganti Azis Syamsuddin ke DPR, Lodewijk tak Ikut

( kata)
Golkar akan Serahkan Nama Pengganti Azis Syamsuddin ke DPR, Lodewijk tak Ikut
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) meresmikan Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) di Jakarta, Sabtu, 8 Mei 2021. Medcom.id/Anggitondi Martaon


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Golkar akan menyerahkan nama pengganti Azis Syamsuddin sebagai wakil ketua DPR. Nama tersebut disetor langsung Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto.
 
"Insyaallah tidak ada perubahan akan diterima langsung oleh Ibu Ketua DPR (Puan Maharani)," kata Ketua Badan Advokasi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) Golkar Supriansa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 29 September 2021.

Baca: Pengumuman Pengganti Azis Syamsuddin Ditunda
 

Anggota Komisi III DPR itu menyampaikan Airlangga akan didampingi sejumlah pihak dalam penyerahan tersebut. Mereka di antaranya Ketua Fraksi Golkar di DPR Kahar Muzakir dan Sekretaris Fraksi Golkar Adies Kadir.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Lodewijk Paulus tak ikut mendampingi. Anggota Komisi I DPR itu sedianya salah satu kandidat kuat pengganti Azis, selain Kahar dan Adies.

Supriansa menyampaikan salah satu alasan Lodewijk tak hadir di proses pergantian Azis di DPR karena masalah ini sepenuhnya kewenangan Fraksi Golkar. Sementara itu, Lodewijk fokus pada internal partai.
 
"Kalau di posisi Pak Azis ini adalah fraksi, anggota DPR. Kebetulan yang mengatur di fraksi adalah Ketua dan Sekretaris Fraksi Golkar," ungkap dia.
 
Dia menyampaikan kriteria pengganti Azis. Hal ini di antaranya, kader senior dan dapat diterima semua anggota Fraksi Golkar di DPR.
 
"Kurang lebih 85 atau 86 orang (anggota Fraksi Golkar), saya kira semua bisa diterima," sebut dia.
 
Supriansa meyakini Airlangga punya pertimbangan tersendiri untuk memilih pengganti Azis. Pasalnya, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian itu punya hak prerogatif memilih pengisi jabatan wakil ketua DPR.
 
"Karena jabatan ini bukan jabatan yang biasa," ujar dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar