#nuansa#gempabumi#bancanaalam

Getaran Dua Ketukan

( kata)
Getaran Dua Ketukan
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


SEMUA karyawan berhamburan keluar gedung. Getaran dua ketukan terasa di kaki saya, di lantai dua ruang kantor kami. Jumat (2/8) malam, pukul 19.00, menjadi saksi bahwa Tuhan telah memberi peringatan kepada manusia. Langit malam itu terlihat mendung, hanya ada bintang yang tampak bermunculan.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 itu merupakan aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Kejadiannya begitu cepat. Informasi itu dinyatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), data Unites States Geological Survey (USGS), guncangan itu terasa sampai di Bandar Lampung.

PVMBG memerinci faktor yang diduga menjadi penyebab gempa bumi yang berpusat di laut itu. Meski warga berhamburan keluar, di Lampung aman. Karyawan di kantor kami sibuk membuka media sosial di ponsel. Informasi tentang gempa tersaji dalam hitungan menit. Media elektronik, televisi, dan media daring menginformasikan berita gempa realtime. 

Salah satu teman kantor bahkan masih merinding. Informasi yang beredar, warga-warga di pesisir mulai ke tempat evakuasi ke tempat yang tinggi, karena gempa malam itu berpotensi tsunami. Hingga pukul 21.35 WIB, BMKG belum mencatat ada gempa susulan.

Gempa itu menjadi peringatan bagi warga untuk membuat konstruksi bangunan yang tahan gempa.

Saya bergegas menelepon istri dan anak untuk mengetahui keadaan mereka. Getaran juga oleh istri yang sedang berada terasa di Pringsewu. Tapi, mereka aman dan memilih berada di dalam rumah.

Belum lama ini kami juga baru menyelesaikan bangunan rumah. Saya sangat khawatir sekali bila bangunan runtuh dalam sekejap karena gempa, karena dalam setahun ini belum pernah kami tempati.

Yang perlu jadi catatan, bahwa semua harta dan keluarga hanyalah titipan yang bisa diambil oleh Sang Pencipta dalam hitungan detik.

Yang harus menjadi prioritas saat ini adalah bagaimana membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah, yang diridai. Sudah hampir dua tahun ini saya menjalani hidup berumah tangga. Banyak momen penting dan berharga yang menjadi pelajaran dalam lima tahun pertama usia pernikahan.

Kita tak akan tahu harta yang dikumpulkan suatu saat akan diambil, baik itu dipaksa maupun pelan-pelan akan hilang.

Semoga kejadian getaran kecil di kantor ini menjadi petunjuk dan peringatan bagi kita semua untuk makin lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Dian Wahyu Kusuma/Wartawan Lampung Post







Berita Terkait



Komentar