#beritalampung#beritabandarlampung#gerhanabulan

Gerhana Bulan Total Tidak Terlihat di Lampung akibat Terkendala Hujan

( kata)
Gerhana Bulan Total Tidak Terlihat di Lampung akibat Terkendala Hujan
Persiapan OAIL Itera untuk pengamatan gerhana bulan total, nampak teleskop dan pantauan di daerah lain sedang dilakukan oleh kru OAIL. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamatan gerhana bulan total di wilayah Lampung yang diprediksi pukul 18.11 WIB, nampaknya sedikit dikecewakan karena hujan mengguyur wilayah Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung. Guyuran hujan mengakibatkan awan hitam menutupi keberadaan bulan.

Peneliti Astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Robiatul Muztaba mengatakan pengamatan gerhana bulan total tidak bisa dilaksanakan dikarenakan cuaca berawan dan hujan sejak pukul 16.00 WIB, hingga nanti puncak derasnya pukul 18.30 WIB.

"Itu (hujan) akan sangat mengganggu pengamatan gerhana pada hari ini. Sebenarnya awal gerhana sudah masuk sejak jam setengah 4 sore. Namun karena posisi bulannya masih di bawah bumi, kita masih belum lihat. Kemudian bulan terbit puncaknya sekitar pukul 17.59 WIB. Untuk saat ini karena cuaca cukup gelap, berawan tebal, jadi kita belum bisa lihat gerhana bulan total," katanya saat ditemui langsung di OAIL Itera, Selasa, 8 November 2022.

Baca juga:  KNKT Investigasi Kecelakaan KA Babaranjang di Jalur Rengas

Namun ia dan OAIL Itera melakukan beberapa kerja sama dengan observatarium di beberapa wilayah di Indonesia untuk mengamati gerhana bulan dari wilayah timur hingga barat. Akan tetapi, ia sedikit kecewa dikarenakan gerhana bulan total akan terjadi kembali pada tahun 2025.

"Dari informasi teman-teman observatorium, di Jogja hujan, di Surabaya tertutup awan, di Kupang mendung, Biak juga, tetapi ada beberapa yang berhasil di Melbourne, Australia," terangnya.

Untuk perlengkapan sendiri ia sudah menyediakan empat teleskop reflektor, dan teleskop robotik Itera yang dipasang untuk masyarakat yang ingin melihat gerhana bulan total.

"Untuk posisi (mengamati) di Embung C posisinya tepat, menghadap ke timur laut kita bisa mengamati menggunakan teleskop dan mata sendiri," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar