#unila#lingkungan#beritalampung

Gerakan Peduli Lingkungan, Unila Adakan Trash For Food

( kata)
Gerakan Peduli Lingkungan, Unila Adakan <i>Trash For Food</i>
Rektor Unila Aom Karomani (ujung kanan) berada dalam kegiatan penukaran sampah dengan buah di lingkungan RTH Unila. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Menciptakan ramah lingkungan dan ruang terbuka hijau agar udara tetap segar adalah tujuan dari kegiatan yang dilakukan Universitas Lampung (Unila) dengan menukar sampah dengan buah-buahan dan minuman atau trash for food (TFF) di Embung Rusunawa.

Setiap pengunjung yang datang berolahraga dapat memungut sampah yang ada di pusat olahraga tersebut. Kemudian menukarkan kepada panitia dengan makanan yang terdiri dari jeruk, salak, pisang atau air mineral.

Rektor Unila Karomani mengatakan tujuan kegiatam ini adalah meningkatkan kesadaran agar masyarakat peduli terhadap lingkungan terutama sampah organik maupun anorganik.

"Kita minggu pertama dan terakhir tiap bulan nanti semua pimpinan teras akan saya undangan dalam rangka memastikan kebersihan tetap terjaga," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 12 Juli 2020.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Badan Pengembangan Pembangunan Berkelanjutan Unila (BP SDGs) Unang Mulkhan mengatakan menggunakan konsep 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle sampai sekarang masih menjadi cara efektif dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya.

"Masyarakat yang menikmati ruang terbuka hijau (RTH) dan embung Unila kemudian tetap memperhatikan aspek lingkungan terutama kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan," kata dia.

Menurutnya, ketika pengunjung tidak diberikan kesadaran untuk mengambil sampah ataupun membuang sampah pada tempatnya, justru akan merusak lingkungan dan sampah akan menjadi bertumpuk.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Umum Asep Sukohar yang juga berada di lokasi kegiatan tersebut memberikan dukungan penuh dan menyampaikan bahwa Universitas Lampung saat ini memiliki komitmen untuk mewujudkan kampus yang bersih dengan pengelolaan sampah yang berbasis pada teknologi.

"Melalui Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan perubahan perilaku individu dengan memiliki kesadaran tinggi untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan," kata dia.

Asep menyampaikan bahwa agenda kedepan adalah workshop pengelolaan sampah terpadu di TPST dengan mengundang NGO dari Belanda yaitu SNV Indonesia dengan Tim Teknis TPST.

Kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas pecinta lingkungan yaitu Lampung Sweeping Community dan kantor Sustainable Development Goals (SDGs) Center Unila.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar