#milenial#beritalampung

Generasi Milenial Berperan Tangkal Radikalisme

( kata)
Generasi Milenial Berperan Tangkal Radikalisme
Foto: DPD Mahasiswa Pancasila Provinsi Lampung, menggelar Diskusi Publik, generasi muda menangkal radikalisme, bersama mahasiswa se Provinsi Lampung, di Dunkin Donut, ZA Pagar Alam, Jumat 13 Desember 2019. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Generasi milenial menjadi garda terdepan untuk menangkal radikalisme.Kaum muda dikenal labil seingga mudah terpengaruh dengan pengaruh negatif. Hal tersebut yang dikupas oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Pancasila Provinsi Lampung, menggelar Diskusi Publik, generasi muda menangkal radikalisme, bersama mahasiswa se Provinsi Lampung, di Dunkin Donut, ZA Pagar Alam, Jumat 13 Desember 2019

Acara di buka Pembina Mahasiswa Pancasila Lampung, Zulkifli Umar. Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Sekertaris MUI Lampung KH Basyarudin Basyar, Staf Ahli Kanwil Kemenhan Lampung Syairul Bahri, Akademisi FISIP UNILA Darmawan Purba, dan  Husni Mubarok Ketua HMI Bandar Lampung, di pandu moderator wakil Ketua PWI Lampung Juniardi.

Ketua DPD Mahasiswa Pancasila Lampung, Sugirin Tjastoni mengatakan kegiatan diskusi ini dalam rangka partisipasi Mahasisa Pancasila, dan terhadap bahaya radikalisme terhadap idiologi NKRI.  Ia mengatakan peserta diskusi adalah utusan mahasiswa kampus- kampus dan perguruan tinggi di Bandar Lampung, dan orgnisasi mahasiswa.

"Dari diskusi ini di harapkan peserta dapat menjadi perpanjangan dalam menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain, dan masyarakat tentang radikalisme, Apa radikalisme, bagaimana radikalisme, dan apa bahayanya. Sehingga generasi muda memahami tentang radikalisme, " katanya. 

Sekertaris MUI Lampung, KH Basyarudin Basyar mengatakan anak muda merupakan aset penerus bangsa. Semangat nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus terus digelorakan dan diamalkan.

"Anak-anak muda harus terus menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan. Bukan terprovokasi untuk berbuat negatif atau kriminal," tutupnya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar