#Covid-19#tempathiburan

Gencarkan Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Tindak Tegas Karaoke Selebriti

( kata)
Gencarkan Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Tindak Tegas Karaoke Selebriti
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung semakin gencar melakukan operasi yustisi penegakan hukum. Dok. Satpol PP Lampung.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kian gencar melakukan operasi yustisi penegakan hukum sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 di tempat hiburan dan keramaian. Kali ini tempat karaoke Selebriti Entertaiment Center Karaoke di Jalan Gator Subroto, Bandar Lampung ditindak tegas karena dinilai mengabaikan peraturan.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga telah membuat aturan tegas dan tak segan memberikan sanksi jika ditemukan kegiatan melanggar yang melanggar Perda Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Di Kota Bandar Lampung, Wali Kota Herman HN pun telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembatasan waktu operasional kegiatan usaha dalam upaya pengendalian virus Corona dan adaptasi kebiasaan baru. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 440/133/IV.06/2021 tentang pembatasan jam operasional kegiatan usaha.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung, Muhammad Zulkarnain mengatakan Satgas Cpvid-19 yang terdiri dari TNI/Polri dan Satpol PP akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan (prokes) dan mengabaikan aturan hukum serta peraturan perundang-undangan. Operasi yustisi dilaksanakan dari Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, berjumlah 21 orang dengan menggunakan 4 buah kendaraan Satpol PP Provinsi Lampung.

Ia juga menceritakan pada Sabtu Malam, 30 Januari 2021 jajarannya melakukan operasi dengan target pasar modern (Toserba, Swalayan, Mall, Indomaret dan Alfamaret), tempat karaoke, kafe, rumah makan, dan warung lesehan di sepanjang Jalan Kartini, Teuku Umar, Sultan Agung, Arif Rahman Hakim, Antasari, Gajah Mada, Juanda, Cokro Aminoto, Sudirman, Gatot Subroto, Yos Sudarso, hingga Jalan Monginsidi.

"Untuk tempat karaoke saat dilakukan operasi umumnya sudah tutup pukul 22.00 WIB sesuai ketentuan. Namun ditemukan satu tempat karaoke Selebritis di Jalan Gatot Subroto yang melakukan pelanggaran. Pada saat dirazia pukul 23.45 WIB, tempat tersebut masih menerima pelanggan. Atas pelanggaran tersebut, Selebritis kami lakukan Teguran-1," kata Zulkarnain kepada Lampost.co, Minggu, 31 Januari 2021.

Kemudian untuk pasar modern, sejak pukul 19.00 WIB sesuai ketentuan sudah tutup dan tidak melayani pelanggan. Tempat kuliner, rumah makan, warung lesehan, sebagian besar sudah mematuhi untuk tutup sejak pukul 22.00 WIB, meskipun ada di beberapa lokasi Jalan Gajah Mada dan Terusan Jalan Juanda dilakukan pembubaran karena masih banyak menimbulkan keramaian orang dan beberapa tidak menggunakan masker. Dari seluruh pelaksanaan operasi berjalan aman dan lancar, dan kegiatan berakhir pukul 01.00 WIB.

Pada Jumat, 29 Januari 2021 mulai pukul 19.30 WIB Satgas Covid-19 uga melaksanakan operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP Provinsi, Satpol PP Kota Bandar Lampung, Satgas Provinsi dan Kota (TNI-Polri-BPBD). Jumlah personel yang terlibat dalam operasi sebanyak 200 orang yang terbagi dalam empat tim.

Tim 1 meliputi wilayah Kemiling, Langkapura, dan Tanjungkarang Barat dipimpin Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung. Tim 2 meliputi wilayah Kedaton, Rajabasa, Labuhan Ratu dan Way Halim, dipimpin Pasi Ops Kodim 0410 Bandar Lampung. Tim 3 Meliputi wilayah Enggal, Kedamaian, Sukabumi dan Sukarame, dipimpin Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung. Tim 4 meliputi wilayah Enggal, Rawa Laut, Lungsir, Pahoman, Garuntang, Bumi Waras, Panjang, Telukbetung Timur, dan Telukbetung Utara, dipimpin Kasat Pol PP Provinsi, Komandan Kodim 0410, Kalak BPBD K, dan Kadis Kominfo Kota Bandar Lampung.

"Target operasi meliputi pasar modern, tempat karaoke, kafe, rumah makan, dan warung lesehan," katanya.

Dari hasil operasi, pasar modern tutup sejak pukul 19.00 WIB sesuai ketentuan. Sedangkat tempat karaoke saat dilakukan operasi juga sudah tutup pukul 22.00 WIB.

Tempat kuliner seperti rumah makan dan warung lesehan sebagian besar sudah mematuhi untuk tutup sejak pukul 22.00 WIB, namun ada lokasi di Jalan Teuku Umar beberapa tempat usaha langsung dibubarkan petugas karena menimbulkan keramaian pengunjung. Selanjunya beberapa lokasi ada warung makan diberikan waktu perpanjangan sampai pukul 00.00 WIB tapi tidak melayani makan di tempat dan pembelian secara dibungkus atau melalui delivery order.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar