#HujanDeras#Ketapang#LampungSelatan

Genangan Air di Sejumlah Bahu Jalan Jalinpantim Ketapang  Potensi Timbulkan Kecelakaan

( kata)
Genangan Air di Sejumlah Bahu Jalan Jalinpantim Ketapang  Potensi Timbulkan Kecelakaan
Genangan air di bahu Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan/Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co): Beberapa ruas bahu Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan tergenang air akibat hujan deras dan tidak adanya saluran (drainase) di jalan kabupaten maupun provinsi. 

Dampaknya, luapan air hujan tidak hanya menggenangi beberapa rumah warga, akan tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas),  terutama kendaraan sepeda motor. 

"Setiap turun hujan bahu jalan samping SPBU Pematang Pasir selalu tergenang air.  Akibatnya sering pengendara motor nyaris kecelakaan karena genangan air menutupi jalan," kata warga Jalinpantim Desa Pematangpasir,  Kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan,. Senin, 7 Desember 2020.

Menurutnya, genangan air juga disebabkan tidak adanya saluran pembuangan air di ruas jalan nasional.

"Dulu Kementerian PUPR sudah menggali bahu jalan tersebut. Namun sampai saat ini tidak dilanjutkan padahal pembangunan drainase sangat dibutuhkan agar saat musim hujan  rumah warga tidak kebanjiran. Juga agar jalan tidak cepat rusak dan tidak menimbulkan lakalantas akibat genangan air, " ujar dia. 

Hal serupa diungkapkan Tarjo,  warga di ruas Jalinpantim Desa Sidoasih,  Kecamatan Ketapang. 

Menurutnya,  pasca diguyur hujan deras, genangan air tampak menggenangi sejumlah titik ruas jalan raya di wilayah tersebut. Kondisi ini,  kata dia,  kerap membuat pengendara motor kelabakan. 

"Mereka mesti mengangkat kaki agar tak kotor kecipratan air. Laju kendaraan juga  harus pelan-pelan, khawatir jatuh, " kata Tarjo. 

Selain pengguna jalan, banjir genangan air juga merugikan warga yang mempunyai usaha di pinggir jalan. Pasalnya, konsumen tidak bisa mampir lantaran akses jalan masuk terendam air.

Warga meminta Kementerian PUPR mengutamakan pembangunan drainase yang layak daripada perbaikan jalan asal asalan. 

"Pembuatan drainase juga sangat penting untuk menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak akibat terendam air.  Sebab yang saya perhatikan selama ini,  hampir semua proyek perbaikan jalan tidak dibarengi dengan pembuatan drainase. Kalaupun ada kesannya dipaksakan dan harus ada yang dikorbankan. Apakah bahu jalannya atau drainasenya,” pungkasnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar