#narkoba#kriminal#beritatanggamus

Gembong Sabu di Pugung Bersama Dua Kurirnya Ditangkap

( kata)
Gembong Sabu di Pugung Bersama Dua Kurirnya Ditangkap
Satres Narkoba Polres Tanggamus berhasil mengamankan 95 paket sabu siap edar seberat 159,05 gram senilai Rp150 juta. (Istimewa)


Tanggamus (Lampost.co): Satres Narkoba Polres Tanggamus menangkap seorang pengedar dan dua kurir narkoba jenis sabu-sabu di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Dua pelaku berinisial SO alias Soni (28) dan GU alias Gun (21) merupakan warga Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung. Kemudian seorang remaja berusia 16 tahun berinisal RA warga Kecamatan Pugung.

Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan 95 paket sabu siap edar seberat 159,05 gram senilai Rp150 juta. Paketan sabu yang siap edar itu bervariasi yakni paket besar diantaranya 6 plastik seharga Rp60 juta. Lalu 11 plastik klip ukuran sedang seharga Rp55 juta.

Kemudian, 5 plastik klip seharga Rp12,5 juta, 1 plastik klip seharga Rp3 juta gram, 1 plastik klip seharga Rp1 juta, 6 plastik klip senilai Rp3 juta, 14 plastik klip paket seharga Rp300 ribu. Selanjutnya, 11 plastik klip paket Rp250 ribu, 13 plastik klip paket Rp200 ribu, 15 plastik klip paket Rp150 ribu, dan 12 plastik klip paket Rp100 ribu.

Selain sabu, petugas juga mengamankan 3 butir pil berwarna hijau diduga ineks, 2 bungkus daun ganja kering, 3 bungkus plastik klip ukuran besar berisi plastik klip kosong, 2 buah timbangan digital, 7 unit ponsel, 2 sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp1.660.000.

Dalam penangkapan itu terungkap sejumlah fakta, dimulai dari peran masing-masing pelaku yakni SO alias Soni selaku pengedar, sementara GU alias Gun dan RA berperan sebagai kurir.

Selanjutnya, mereka telah mengedarkan sabu sejak setahun terakhir. Bahkan hingga keluar Kecamatan Pugung dimana operasi mereka selalu berpindah tempat dengan mengontrak untuk mengelabui polisi.

Terkhusus SO yang berperan sebagai pengedar dengan kategori penjualan sangat besar, dimana setiap pembelian senilai Rp60 juta akan habis selama 10 hari dan ia meraup keuntungan bersih sebesar Rp15 juta. SO menjual barang haram tersebut dengan sistem bertransaksi melalui jejaring komunikasi yang ada.

Sementara itu, GU yang merupakan mahasiswa di perguruan tinggi di Kabupaten Pringsewu mengaku telah 2 bulan menjadi pengantar sabu kepada pembeli. Sementara uang atau upah yang didapat hanya digunakan untuk berfoya-foya.

Sementara RA seorang remaja putus sekolah juga telah beberapa beberapa bulan menjadi kaki tangan SO, mendapatkan keuntungan dari mengirim sabu juga hanya untuk berfoya-foya.

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya melalui Wakapolres Kompol Heti Patmawati mengungkapkan ketiga pelaku ditangkap dalam serangkaian penyelidikan informasi bahwa di salah satu rumah di Dusun Tanjung Likut, Kecamatan Tium Memon, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus diduga digunakan sebagai tempat bertransaksi sabu.

"Berdasarkan penyelidikan tersebut, Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB dilakukan penggerebekan sehingga berhasil ditangkap 3 pelaku," kata Kompol Heti dalam konferensi pers, Kamis, 8 Oktober 2020.

Menurut Kompol Heti, penangkapan para pelaku tergolong dramatis. Pasalnya tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP I Made Indra Wijaya harus berjibaku mengejar para pelaku yang hendak melarikan diri. Beruntung ketiganya dapat ditangkap dengan tangan kosong.

"Saat tim melakukan penggerebekan, para pelaku diduga lebih dari 3 orang sempat berlarian. Setelah dilakukan pengejaran, 3 pelaku berhasil ditangkap," ujarnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar