#Bencana#BanjirRob

Gelombang Tinggi Picu Banjir Rob di Lampung

( kata)
Gelombang Tinggi Picu Banjir Rob di Lampung
Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) – BMKG menungkapkan penyebab gelombang tinggi yang memicu banjir rob di pesisir Lampung. BMKG menyatakan tingginya gelombang laut penyebab banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Lampung disebabkan dua faktor.

Fenomena alam itu terjadi karena adanya gelombang alun (swell wave), yang merupakan gelombang yang panjang gelombangnya dapat mencapai ratusan meter, periodenya sekitar 0,9 – 15 detik, dan disebabkan oleh angin yang bertiup lama.

"itu efek swell dari samudera Hindia, ada peningkatan gelombang di Samudera Hindia barat Australia, memicu gelombang tinggi swell ke arah pantai barat Lampung sampai dengan selatan Jawa," ujar Kepala BMKG Maritim Panjang, Lampung Andi Cahyadi, Rabu, 27 mei 2020.

Selain itu, kondisi swell wave bertemu dengan periode pasang bulan baru. Hal ini menyebabkan air pasang di pesisir Lampung. "Bertepatan dengan periode pasang bulan baru, sehingga menyebakan adanya banjir pesisir atau rob," katanya.

Kondisi tersebut diprediksi oleh BMKG akan berlangsung hingga 28 Mei 2020. Diketahui, banjir rob yang menggenangi sejumlah daerah pesisir pantai di Lampung masih terus terjadi akibat tingginya gelombang di sejumlah wilayah perairan di sekitar Provisi Lampung.

Daerah yang berstatus sangat tinggi dari prediksi BMKG Lampung per 27 Mei 2020 pagi hingga malam hari yakni, Selat Sunda Bagian Barat, Teluk Lampung Bagian Utara, dan Samudera Hindia Bagian Barat Lampung, dengan ketinggian gelombang mencapai 5 meter, dan kecepatan angin 3-15 knot.

Berdasarkan peta gelombang yang digambarkan BMKG pada titik tersebut,  Teluk Lampung dan Teluk Semaka berstatus sangat tinggi, sedangkan bagian samudera Hindia, masih berstatus tinggi.

Dalam artian, wilayah yang berstatus gelombang Sangat Tinggi,  dan terkena dampak yakni Perairan di Bandar Lampung,  Pesawaran Lampung Selatan, dan Tanggamus. Sementara perairan Pesisir Barat berstatus Tinggi.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar