#gelombangtinggi#bmkg

Gelombang Setinggi 2,5 Meter Diprediksi Terjadi di Perairan Lampung

( kata)
Gelombang Setinggi 2,5 Meter Diprediksi Terjadi di Perairan Lampung
Peringatan dini gelombang tinggi 17-18 Januari 2022. Dok Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang akan terjadi selama dua hari ke depan di puluhan perairan Indonesia. 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Raden Eko mengatakan, hal itu disebabkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak menuju timur laut dengan kecepatan berkisar 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot. 

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di laut Natuna Utara, laut Flores, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Akan berlangsung pada 17 -18 Januari 2022,” katanya, Senin, 17 Januari 2022.

Raden mengatakan ketinggian gelombang dapat mencapai 4 hingga 6 meter di perairan Samudra Hindia selatan NTT. Sementara untuk perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian barat dan selatan tercatat berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian sampai dengan 2,5 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujarnya. 

BMKG meminta kepada masyarakat untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan jika terjadi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter atau kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

“Kapal feri (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m),” ujarnya.

 

Berikut daftar perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi; 

 

Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter

Perairan utara Sabang 
Mentawau
Perairan Bengkulu-Enggano
Perairan Barat Lampung 
Samudra Hindia barat Sumatra 
Selat Sunda bagian barat dan selatan 
Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat
Selat Sumba
Laut Sawu
Perairan Kupang
Samudra Hindia selatan Banten 
Perairan Kepulauan Anambas 
Laut Natuna 
Perairan Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga 
Laut Jawa 
Selat Makassar bagian selatan dan tengah 
Laut Bali
Teluk Bone 
Laut Sumbawa 
Perairan Sulawesi Selatan 
Perairan utara Bali hingga Flores 
Perairan Baubau
Laut Sulawesi
Laut Maluku bagian selatan 
Perairan utara Kepuauan Sula 
Samudra Pasifik utara Papua 
Laut Banda 
Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar  
Laut Arafuru bagian barat dan tengah 

 

Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter

Laut Natuna Utara 
Perairan utara Kepulauan Natuna 
Laut Flores
Perairan selatan Jawa Tengah hingga Sumba
Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan 
Perairan Pulau Sawu 
Perairan selatan Rote 
Samudra Hindia Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) 
Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud 
Perairan Kepulauan Sitaro 
Perairan Bitung-Likupang 
Laut Maluku bagian utara 
Perairan utara dan barat Halmahera 
Laut Halmahera 
Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat 

 

Tinggi gelombang 4,0-6,0 meter

Samudra Hindia selatan NTT

Sobih AW Adnan






Berita Terkait



Komentar