#Bencana#Banjir

Gelombang Laut Sangat Tinggi Ancam Wilayah Pesisir

( kata)
Gelombang Laut Sangat Tinggi Ancam Wilayah Pesisir
ANTARA/RAHMAD Gelombang Tinggi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Banjir rob yang menggenangi empat daerah pesisir pantai di Lampung masih terus terjadi. Hal ini akibat tingginya gelombang saat ini.

Bahkan, terjadi peningkatan gelombang di beberapa wilayah dengan status sangat tinggi. Dua hari sebelumnya status gelombang yakni hanya berstatus tinggi.

BMKG Lampung memprediksi per 27 Mei 2020 pagi hingga malam hari terjadi gelombang sangat tinggi. Ketinggiannya mencapai 5 meter, dan kecepatan angin 3-15 knot.

BMKG memeringatkan gelombang tinggi dan sangat tinggi itu akan terjadi di empat wilayah pesisir. Yakni, Selat Sunda bagian barat, Teluk Lampung bagian utara, dan Samudera Hindia bagian barat Lampung.

Berdasarkan peta gelombang yang digambarkan BMKG pada titik tersebut, Teluk Lampung dan Teluk Semaka berstatus sangat tinggi, sedangkan bagian Samudera Hindia, masih berstatus tinggi.

Wilayah berstatus gelombang sangat tinggi,  dan terkena dampak yakni perairan di Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Tanggamus. Sementara perairan Pesisir Barat berstatus tinggi.

Kepala BMKG Maritim Panjang, Andi Cahyadi mengatakan akibat adanya aktivitas pasang air laut, kondisi gelombang tinggi, dan curah hujan tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Indonesia berupa banjir pesisir.

Masyarakat pesisir pantai dihimbau waspada adanya fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada tanggal 27 - 28 Mei 2020 di wilayah pesisir barat Lampung.

Hal tersebut dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. \

“Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak banjir pesisir serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujarnya, Rabu, 27 Mei 2020.

Ia menambahkan meski  wilayah pesisir kabupaten/kota tersebut berpotensi terkena rob namun tak semua lokasi di bibir pantai bakal terkena dampak rob. Wilayah bibir pantai yang memiliki permukaan lebih rendah dari muka laut lah yang paling berpotensi terkena rob.

"Tergantung ketinggian wilayah tersebut, jika berada di bawah muka air laut, jelas terdampak, karena air yg sudah masuk ke dalam agak susah ke laut apalagi kondisi pasang lagi tinggi," katanya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar