#gelombangtinggi#beritalampung

Gelombang hingga 4 Meter Ancam Perairan Barat Lampung

( kata)
Gelombang hingga 4 Meter Ancam Perairan Barat Lampung
Gelombang tinggi. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi hingga 10 Agustus 2021.

Deputi bidang Klimatologi BMKG, Herizal Pola, mengatakan angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan berkisar 5-20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan berkisar 5-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Banten hingga selatan Jawa Timur, Laut Jawa, dan Laut Arafuru," kata Herizal dikutip dari Media Indonesia, Jakarta, Senin, 9 Agustus 2021.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka bagian utara dan perairan timur Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai. Kemudian Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Barat-Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Laut Bali-Laut Sumbawa-Laut Flores, Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan.

Lalu, Selat Ombai, perairan Kepulauan Sabalana-Kepulauan Selayar, perairan Baubau-Wakatobi, Teluk Bone bagian selatan, perairan Manui-Kendari, Teluk Tolo, perairan Kepulauan Sangihe- Kepulauan Talaud, dan perairan Kepulauan Sitaro.

Gelombang tinggi juga diperkirakan akan terjadi di perairan Bitung-Likupang, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku bagian utara, Samudra Pasifik utara Halmahera, perairan selatan Kepulauan Banggai -Kepulauan Sula, perairan Pulau Buru-Pulau Seram-Pulau Ambon, Laut Seram, Laut Banda.

"Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Pulau Sumba," jelas Herizal.

Potensi serupa juga bisa terjadi di Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rote, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan Banten-Nusa Tenggara Timur. BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu nelayan dan kapal Tongkang. 

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan nelayan dan pelayaran," ucapnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar