#unila#humaniora#konservasi

Gelar Seminar Konservasi, Unila Ingin Bangun Lingkungan Yang Ramah

( kata)
Gelar Seminar Konservasi, Unila Ingin Bangun Lingkungan Yang Ramah
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Universitas Lampung menggelar seminar nasional konservasi 2020 online, Selasa, 21 April 2020. Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Unila dalam berdedikasi dan berkontribusi untuk pembangunan lingkungan yang ramah. 

Rektor Universitas Lampung Prof Karomani mengatakan seminar nasional konservasi 2020 merupakan bentuk komitmen Unila terhadap keprihatinan global dalam dunia konservasi.

"Kita mesti menciptakan lingkungan yang ramah untuk semua makhluk hidup di bumi. Unila harus berkontribusi sebagai warga dunia untuk pembangunan lingkungan yang ramah. Jadi kita ingin menjaga lingkungan supaya tetap bersih, aman, dan nyaman bagi makhluk penghuninya, bukan hanya manusia tetapi juga makhluk-makhluk lain. Kita harus lebih memperhatikan kondisi ekosistem lingkungan kita," ujarnya, usai kegiatan.

Ia menjelaskan seminar nasional online ini pertama digelar di Universitas Lampung. Pelaksanaan seminar nasional konservasi yang berdekatan waktu dengan hari bumi menggugah komitmen dan semangat bahwa Bumi sebagai tempat tinggal bersama harus selalu dijaga kelestariannya oleh semua pihak secara lintas generasi.

"Unila telah dan akan terus berdedikasi dan berkomitmen dalam upaya konservasi sumber daya alam. Seperti, di lingkungan kampus juga terdapat penangkaran rusa yang dihuni oleh Rusa Sambar (Cervus unicolor), dan Rusa Timor (Cervus timorensis). Selain itu juga memiliki Lampung Mangrove Center (LMC) seluas 70 hektar di Labuhan Maringgai, dan Hutan Pendidikan di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman," kata mantan Warek III Unila itu.

Sementara, Ketua Panitia Dr Bainah Sari Dewi menjelaskan, seminar nasional konservasi merupakan wujud keprihatinan Unila terhadap matinya beberapa ekor rusa di penangkaran rusa Universitas Lampung. Sehingga, dibentuklah tim konservasi Unila oleh rektor Unila dan dikawal secara intens oleh Dr. Asep Sukohar.

Kemudian, lanjutnya, peserta semnas konservasi online ini dihadiri oleh 103 presenter terdiri dari tiga keynote speaker, oral presenter 92 judul dan 8 judul poster. Peserta non pemakalah berjumlah 81 orang, tamu undangan 64 orang dan panitia 60 orang. Dengan total peserta online 308 orang. Peserta berasal dari seluruh Indonesia yang terdiri dari 16 perguruan tinggi dari 12 provinsi. 

"Sedangkan, output dari semnas konservasi 2020 Online adalah e-prosiding, e-sertifikat, dan beberapa tulisan peserta yang disampaikan pada jurnal jurnal nasional terakreditasi di lingkungan Unila, dengan narahubung panitia semnas," ujarnya.

Seminar Nasional Konservasi 2020 itu  diisi oleh tiga keynote speaker, yaitu Ir. Wiratno Msc, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup RI, Prof. Satyawan, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, dan Prof. Sugeng P. Harianto yang merupakan Guru besar Kehutanan FP Unila.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar