#LAMPUNG

Gelar Pahlawan Nasional KH Ahmad Hanafiah Kembali Diusulkan pada 2023

( kata)
Gelar Pahlawan Nasional KH Ahmad Hanafiah Kembali Diusulkan pada 2023
KH Ahmad Hanafiah yang sedang diusulkan menjadi pahlawan nasional dari Provinsi Lampung. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar pahlawan nasional tahun 2022 kepada lima tokoh dari berbagai daerah yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Dari kelima tokoh pahlawan nasional itu, tidak ada pahlawan nasional dari Provinsi Lampung.

Pemkab Lampung Timur dan UIN Raden Intan Lampung (RIL) sudah mencanangkan KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional dari Provinsi Lampung. Namun, penyematan gelar pahlawan nasional untuk KH Ahmad Hanafiah belum tuntas dikarenakan adanya keterlambatan dari kedua pihak dalam melakukan submit kepada Pemerintah Pusat. Sehingga tim akan mengusulkan kembali pada 2023.

Salah satu tim pengusul gelar pahlawan nasional KH Ahmad Hanafiah, Prof Wan Jamaluddin mengatakan waktu submit untuk pemberian gelar pahlawan nasional adalah Maret 2022.

"Kegiatannya memang sudah lewat dari waktu submit-nya. Waktu submit-nya itu Maret 2022, karena di UIN terjadi pergantian kepemimpinan, jadi pembuatan kepanitiaan dengan Pemkab Lamtim menjadi lambat," kata Wan Jamaluddin, Rabu, 09 November 2022.

Dia menjelaskan setelah konsultasi dengan berbagai pihak dari pusat dan daerah, ternyata ada data-data tambahan yang diperlukan oleh pusat.

"Maka, sembari menunggu Maret 2023 saat itu UIN menggelar beberapa kegiatan seminar sambil melengkapi yang diminta oleh pusat," kata dia.

Untuk data yang diminta oleh pusat, Wan Jamaluddin mengatakan adalah data penguatan pernyataan dari beberapa tokoh lainnya.

Dia menargetkan penyematan KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional ditargetkan pada 2023. "Maret 2023 kita submit dulu, lalu pusat akan memanggil terkait teknisnya di November 2023," kata dia.

Dalam buku "Biografi Perjuangan KH Ahmad Hanafiah Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Lampung 1945--1947" menjelaskan KH Ahmad Hanafiah lahir pada 1905 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Beliau merupakan putra sulung dari KH Muhammad Nur, pimpinan Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana. Pesantren tersebut menjadi pondok pesantren pertama di Provinsi Lampung.

Faktor homogenitas agama menjadi faktor terpenting tumbuhnya nasionalisme Indonesia.

KH Ahmad Hanafiah merupakan keturunan penyiar Islam Ki Masputra yang diutus Sultan Banten Maulana Yusuf (1570-1580) ke Sukadana. Kakeknya KH Abdul Halim pernah belajar selama di Mekkah abad ke-19, dan ayahnya KH Muh Nur pernah belajar di Mekkah selama 10 tahun sejak masa kecilnya.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar