#beritalampung#beritalamsel#kemiskinan

Gelar Musrenbangdes, 26 Desa di Natar Prioritaskan Penuntasan Kemiskinan Ekstrem

( kata)
Gelar Musrenbangdes, 26 Desa di Natar Prioritaskan Penuntasan Kemiskinan Ekstrem
26 desa di Kecamatan Natar menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2023, Rabu, 2 November 2022. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co): Sebanyak 26 desa di Kecamatan Natar menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2023, Rabu, 2 November 2022. Dalam Musrenbangdes tersebut penuntasan kemiskinan ekstrem menjadi bagian prioritas rencana pembangunan di wilayah setempat.

Sebanyak 26 desa di Natar yang melaksanakan Musrenbangdes yaitu diantaranya Hajimena, Sidosari, Banjarnegeri, Rulunghelok, Mandah, Rulungsari, Candimas, Bumisari, Negararatu, Tanjungsari, Muaraputih, Merakbatin, Pemanggilan, Natar, Rejosari, Rulungmulya, Pancasila, Waisari, Brantiraya, Haduyang, Bandarejo, Purwosari, Sukadamai, Kalisari, dan Krawangsari. 

Camat Natar Supi'ah mengatakan Musrembangdes merupakan implementasi dan rencana untuk mewujudkan usulan-usulan pembangunan di setiap dusun hingga penetapan. 

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Lampung Berangsur Pulih

"Yang harus menjadi perhatian. Pertama apa yang menjadi prioritas desa dan ini harus mengacu pada prioritas program nasional dan Pemda sehingga tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Dia mengatakan prioritas program kerja ke depan seperti penurunan stunting dan penuntasan kemiskinan ekstrem. "Nah untuk di Natar ada 5 desa yang masuk dalam data miskin ekstrem," kata dia.

Kemudian pemulihan ekonomi seperti menggiatkan desa wisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberdayakan, serta penanganan bencana.

Perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal wilayah Natar, Nurmala Sari mengatakan mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa merupakan pedoman dalam menyusun RKPDes. Penggunaan Dana Desa untuk pemulihan ekonomi nasional, pengembangan, dan peningkatan kapasitas pengelolaan badan usaha milik desa, pengembangan desa wisat, pengembangan usha ekonomi produktif yang diutamakan dikelola oleh badan usaha milik desa. 

Selanjutnya, kata Mala, penggunaan dana desa untuk program prioritas nasional, ketahanan pangan nabati dan hewani, pencegahan dan penuruan stunting, serta peningkatkan kulitas sumber daya manusia warga desa.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar