#kampus

Universitas Sriwijaya Diminta Cabut Gelar Magister Rektor Bina Darma

( kata)
Universitas Sriwijaya Diminta Cabut Gelar Magister Rektor Bina Darma
Ilustrasi. Google Images


Palembang (Lampost.co) -- Koalisi LSM dan Mahasiswa melalui Society Coruption Investigation (SCI) menuntut Universitas Sriwijaya untuk mencabut gelar Magister Rektor Bina Darma karena diduga peraihan gelar akademik itu malaadministrasi.

Koordinator Nasional SCI Asmawi menjelaskan untuk melanjutkan pendidikan strata dua harus lulus dengan menyelesaikan skripsi. Sementara Sunda Ariana lulus pendidikan strata I tanpa skripsi.

Dia mengatakan tuntutan tersebut telah disampaikan kepada pihak rektorat sejak sepekan lalu. Namun hingga saat ini belum ada respons dari pihak Unsri. “Sunda Ariana mendapat ijazah dari Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta tertanggal 9 Februari 1994 dengan transkrip nilai akademik tanggal 1 Maret 1994 tanpa skripsi harusnya tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan strata dua,” kata dia, Jumat, 21 Mei 2021.

Atas kondisi itu, ia menilai seharusnya ijazah dari Universitas Sriwijaya Program Pascasarjana Magister milik yang bersangkutan dianggap gugur. Sebab, tidak sesuai dengan syarat pendaftaran calon mahasiswa pada jenjang S2 pada diktum 12.

Selain itu, pihaknya juga meminta LLDIKTI Wilayah II Palembang untuk meneruskan kepaa pihak yang berwenang untuk mencabut jabatan akademik atau fungsional dosen sebagai lektor kepala atas nama Sunda Ariana. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 35158/A4.3/KP/2015 tertanggal 28 April 2015.

“Aturan itu merujuk pada Surat Usulan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah II Nomor: 5715/K2/KP/2011 Tanggal 30 November 2011,” kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar