penipuangrabtoko

Geger Dugaan Penipuan, Grab Toko Dilaporkan ke Polisi

( kata)
Geger Dugaan Penipuan, Grab Toko Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi: Logo Grabtoko


Jakarta (Lampost.co) -- Situs jual beli ponsel, Grab Toko, dilaporkan oleh konsumennya ke Polda Metro Jaya. Grab Toko diduga telah menipu.

Dita, salah satu korban, mengatakan total ada 600 konsumen telah tergabung di dalam beberapa grup. Ke-600 korban itu merasa dirugikan oleh Grab Toko. 

"Ada dua grup WhatsApp dan satu grup Telegram. Dua grup WhatsApp itu masing-masing 250 orang dan satu lagi di Telegram itu 70 sampai 80 orang," kata Dita di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Januari 2021.

Menurut dia, awalnya para korban tergiur dengan sejumlah promosi dari Grab Toko di beberapa media sosial. Mereka kemudian bertransaksi terhadap sejumlah produk di situs daring Grab Toko. 

Setelah mengirimkan sejumlah uang, produk yang dipesan tak kunjung tiba hingga awal Januari. Grab Toko disebut tidak merespons keluhan yang telah para korban sampaikan. Kemudian, para korban mendapat kabar bila Grab Toko mengaku ditipu.

"Ada di Instagram (IG) Grab Toko katanya dia ditipu duitnya dibawa kabur investor," jelas dia. 

Usai berdiskusi, Dita dan perwakilan korban lain memutuskan melaporkan perkara tersebut ke polisi. Dia menilai tidak ada iktikad baik dari Grab Toko untuk mengembalikan hak para konsumen. 

"Kita konsumen kita sudah bayar beli barang. Kalau memang barangnya enggak ada, diproses kembalikan uang kami jangan menghilang gitu saja. Karena kemarin IG-nya enggak bisa kita akses sama CS-nya (customer service) pun tidak balas chat kita sampai detik ini," ujar dia. 

Dita memperkirakan kerugian konsumen mencapai Rp1 miliar. Jumlah itu dinilai akan terus bertambah karena konsumen belum seluruhnya terdata.

Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/96/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tertanggal 7 Januari 2021. Kasus ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

PT Grab Toko Indonesia dilaporkan dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 378 KUHP. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar