#gojek#gedorlampung#gaspool#beritalampung

Gedor Lampung Upayakan Pengembalian Akun Mitra Gojek Yang Diputus

( kata)
Gedor Lampung Upayakan Pengembalian Akun Mitra Gojek Yang Diputus
Ilustrasi. Foto; Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gedor Lampung kecewa terhadap respon yang diberikan oleh PT Gojek terkait alasan pemutusan mitra sebanyak 46 orang tersebut yang dilakukan pascaaksi damai yang dilaksanakan pada 5 September lalu. Hal ini membuat Gedor merasa bahwa PT Gojek terus menutupi alasan.

Mim Basri selaku Wakil Ketua umum Gaspool menjelaskan kekecewaannya karena 46 mitra merupakan pengikut aksi. Menurutnya, jika hanya karena alasan anarkis sangat tidak masuk akal.

"Posisi mitra yang ikut aksi ada ribuan, dan kenapa hanya 46 yang di putus mitra, sedangkan kalau memang menyalahi aturan yaitu anarkis. Kami bahkan tidak tahu dimana sisi anarkisnya, jelas kegiatan kami telah di amini oleh aparat kepolisian dan TNI yang menyatakan kegiatan kami aksi damai. Tidak ada satupun barang properti dari PT Gojek kami rusak," kata dia, Minggu, 29 September 2019.

Ia menambahkan bahwa semua aturan perundang-undangan telah di ikuti dengan baik mulai dari upaya mediasi sebelum kegiatan aksi. Namun permohonan untuk pengembalian insentif tidak juga di gubris oleh pihak PT Gojek.

"Jika kami saat aksi mengganggu ketertiban umum, kembali lagi bahwa PT Gojek beroperasi di wilayah hukum Indonesia, segala peraturan harus kembali lagi ke UUD 1945 pasal 28 huruf E bahwa negara Indonesia bebas menyuarakan pendapat di muka umum," katanya.

Alasan yang sangat tidak masuk akal, sehingga pihak Gedor berasumsi bahwa persoalan putus mitra ini terjadi karena ranah pribadi antara pegawai Gojek dan pihak Gedor. Sifat arogansi dari pihak aplikator dengan sebelah pihak langsung memutus mitra menjadikan Gedor akan terus menuntut haknya.

Pihak Gedor terus upayakan agar ada alasan jelas dan jika bisa dilakukan mediasi agar akun-akun tersebut dapat dikembalikan lagi, sehingga para mitra dapat beroperasi lagi. Mengingat bahwa rata-rata pekerjaan utama mereka yakni hanya driver online sehingga cukup bergantung penghasilannya dari akun Gojek ini.
 

Atika Oktaria



Berita Terkait



Komentar