3Mcovid-19nuansa

Gaya Hidup 3M

( kata)
Gaya Hidup 3M
dok Lampost.co


Wandi Barboy
Wartawan Lampung Post

HARIAN Lampung Post edisi Selasa (3/11), mengangkat judul headline besarnya Ubah Paradigma Pilkada Masa Pandemi. Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang digelar di delapan kabupaten/kota di Lampung, seperti diketahui dari berbagai pemberitaan yang beredar sebelumnya, dikhawatirkan bakal menciptakan klaster baru terhadap penyebaran Covid-19.

Namun, jika pemikiran mau bergeser, dan melihatnya dari sudut pandang yang tidak biasa, pilkada masa pandemi bisa juga untuk menekan penyebaran Covid-19. Kok bisa? Tentu saja ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi untuk semua ini. Pasangan calon kepala daerah yang berlaga dalam pilkada diwajibkan ikut mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19.

Misal, salah satu bahan kampanye yang dibolehkan dibagi ke masyarakat adalah alat pelindung diri (APD), seperti masker dan hand sanitizer. Hal itu sesuai dengan Peraturan KPU 10/2020 tentang Pilkada Serentak dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19. Bahkan, pasangan calon juga diwajibkan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas politiknya.

Saya lalu mencari makna paradigma dari kamus. Paradigma berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring memiliki tiga makna. Arti pertama, paradigma sebagai daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut. Kedua, model dalam teori ilmu pengetahuan. Dan terakhir, paradigma diartikan sebagai kerangka berpikir. 

Pada definisi terakhir inilah headline halaman satu Lampung Post itu bisa didekati. Dari titik itu, terbentanglah gerakan tiga M yang sudah masif diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Tiga M seakan menjadi gaya hidup masa pandemi. Kini, di mana-mana tiap orang yang kita jumpai tidak canggung mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau biasa disebut 3M. Itulah protokol kesehatan yang mesti ditaati masa pandemi. Meski masih ada juga yang melanggar protokol ini. 

Pola tingkah laku sehari-hari orang sekarang pastilah tidak bisa dilepaskan dari tiga M.  Gerakan 3M benar-benar menjadi salah satu cara orang mengekspresi kan diri di hadapan publik. Tidak ada pandemi, 3M tak berbunyi.  

Masa pandemi seperti saat ini sudah saatnya 3M terus digalakkan. Tiga M seakan menjadi gaya hidup baru di tengah pandemi. Sebagaimana masa Orde Baru dahulu terkenal ungkapan, memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakatkan, kini bisa saja kita ubah memasyarakatkan tiga M dan meng-3M-kan masyarakat. Semoga.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar