#gaselpiji#sulididapat#lamsel#beritalampung

Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat di Palas

( kata)
Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat di Palas
Salah satu penggunaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg di Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, digunakan sebagai bahan bakar mesin sedot air. (Foto:Lampost/Armansyah)


KALIANDA (Lampost.co) -- Gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali sulit didapat warga. Hal ini berkaitan dengan menjelang musim tanam gadu, sehingga banyak petani yang menggunakan gas untuk mesin penyedot air guna mengaliri lahan pertaniannya.
Ketika memasuki Desa Baliagung, Kecamatan Palas, nampak sejumlah pria paruh baya lalu lalang membawa mesin sedot air beserta tabung gas elpiji ke areal lahan persawahan mereka. 
Seperti yang diungkapkan, Wayan Angker warga Desa Baliagung, mengaku kesulitan mencari tabung gas melon tersebut. Bahkan, untuk mendapatkan tabung bersubsidi itu harus mengeluarkan uang sebesar Rp26 ribu per tabung.
"Beberapa hari terakhir tabung gas cukup sulit didapatkan. Kalaupun barang ada, harganya bisa mencapai Rp26 ribu per tabung. Padahal, biasanya cuma Rp23 ribu di tingkat pengecer," kata dia, Rabu (17/7/2019).
Dia mengaku saat ini banyak pengunaan tabung gas elpiji untuk keperluan bahan bakar mesin sedot air. Sebab, tabung gas elpiji dinilai lebih irit ketimbang bahan bakar bensin. 
"Saat musim gaduh dan kemarau ini, banyak yang gunakan tabung gas elpiji untuk bahan bakar sedot air. Pemakaiannya lebih irit untuk pompanisasi. Bila menggunakan tabung gas elpiji mampu sedot air mencapai 10 jam. Sedangkan, berbahan bakar bensin menghabiskan sekitar waktu 8-9 jam per liter," kata dia. 
 

Armansyah







Berita Terkait



Komentar