#lampung#ekbis#pgn

Gas Bumi Primadona Industri Hotel Lampung

( kata)
Gas Bumi Primadona Industri Hotel Lampung
Salah seorang petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang memasang instalasi gas. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai perusahaan sub-holding gas terus meningkatkan penggunaan gas bumi, khususnya segmen komersial. Hal ini mendapat dukungan penuh dari industri perhotelan Lampung.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Assosiation (IHGMA) Lampung, Lalu Aswadi Jaya, mengatakan kemajuan industri perhotelan harus ditopang jaminan ketersediaan energi. Gas bumi yang dialiri PT PGN melalui bentangan pipa di bawah tanah sebagai solusi untuk menekan biaya operasional hotel.

Gas bumi kini telah menjadi primadona di segmen industri perhotelan. Pada tahun 2014, Novotel Lampung merupakan hotel pertama yang menjadi pelanggan gas bumi. Lalu Aswadi, yang juga GM Hotel Novotel Lampung, mengatakan alasan menggunakan gas bumi adalah efisiensi.

Selain itu, instalasi jaringan gas bumi yang dibangun permanen tidak merepotkan saat digunakan. “Kalau pakai gas elpiji harus ganti tabung, pasang regulator. Sementara gas bumi, instalasi pipa gas dibangun permanen sehingga dari sisi keamanan lebih baik dan sangat praktis,” kata pimpinan hotel bintang 4 itu kepada Lampost.co, 9 Desember 2019.

Pihaknya tak lagi khawatir kehabisan energi. Sebab, kini gas bumi nonsetop mengaliri peralatannya melalui pipa instalasi. “Gas terus masuk sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan tanpa rasa khawatir akan habis. Dulu kami kesulitan untuk mengetahui kapan gas di tabung elpiji habis," ujarnya.

Novotel memakai energi ramah lingkungan itu untuk mengoperasionalkan dapur dan laundry yang dapat memangkas biaya hingga 50 persen dibanding menggunakan gas elpiji. Penggunaan gas bumi dalam sebulan dapat mencapai 8.000 sampai 10 ribu meter kubik.

IHGMA mendukung penuh percepatan pembangunan jaringan gas di Kota Bandar Lampung, khususnya di jalur perhotelan, seperti Jalan Radin Intan, Jalan Kartini, Jalan Wolter Monginsidi, dan beberapa lokasi lainnya.

Saat ini, jumlah hotel di Lampung, baik predikat bintang maupun nonbintang mencapai 200 hotel dan 60 di antaranya tersebar di Kota Bandar Lampung.

General Manager Hotel Horison Lampung Leo Ramadhanus antusias untuk menggunakan gas bumi dari PGN karena jauh lebih hemat. Ia berharap pada 2020, hotelnya sudah merasakan energi ramah lingkungan itu. 

"Pemasangan instalasi gas bumi lebih rapi. Layanan servis untuk pelanggan juga tersedia 24 jam. Hal itu membuat hotel kami sangat ingin menggunakan gas bumi," katanya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung Friandi Indrawan mengatakan penggunaan gas bumi meningkatkan kemajuan industri perhotelan di Lampung dan Kota Bandar Lampung. Tahun 2018, pajak yang dipungut Pemkot Bandar Lampung dari hotel mendekati Rp100 miliar.

“Semakin banyak hotel yang tumbuh di Bandar Lampung tentu akan berkontribusi besar bagi pendapatan daerah itu sendiri,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung pada triwulan III 2019, tercatat peningkatan terbesar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) disumbang investasi hotel dan restoran yang mencapai Rp140 miliar.

Sales Area Head PGN Lampung Mochammad Arif mengatakan pertumbuhan hotel di Lampung sangat pesat. Menurut dia, kehadiran PGN menjadi vital dalam memenuhi energi di Lampung. Pada 10 Juli 2019, PGN telah menerima surat dari IHGMA Nomor: 021/IHGMA-LPG/VII/2019 terkait permohonan pemasangan instalasi pipa PGN kepada 22 hotel di Bandar Lampung.

"Saat ini ada beberapa rencana bangunan hotel, yaitu Grand Mercure dan Santika yang sudah kami proses untuk menjadi pelanggan. Kemungkinan kami akan membangun jaringan gas di sana," kata dia.

Pihaknya juga sedang menyurvei dan menghitung kelayakan penggunaan gas bumi pada beberapa hotel yang menjadi anggota IHGMA. "Kami berharap bukan hanya hotel, seluruh usaha yang membutuhkan energi juga bisa terpasang," ujarnya.

PGN yang merupakan perusahaan sub-holding gas akan mengelola rantai bisnis midstream dan downstream secara terintegrasi, baik optimasi pasokan, infrastruktur, maupun pengelolaan pasar di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga akan meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi serta penyediaan gas dengan harga yang kompetitif dan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha penyediaan gas bumi.

"Hingga saat ini PGN sudah menyalurkan kurang lebih 0.1 Mmscfd gas bumi ke seluruh pelanggan baik Industri, rumah tangga, komersial, maupun UMKM," ujarnya.

Ia menjelaskan PGN memasok gas bumi di tiga hotel berbintang melalui instalasi pipa, yakni Hotel Aston 1.200 meter kubik, Hotel Sahid 500 meter kubik, dan Hotel Novotel 7.000 meter kubik. Sedangkan untuk Hotel Bukit Randu dengan pasokan 3.000 meter kubik menggunakan compressed natural gas (CNG). (AJI)

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar