#garudaindonesia#ekbis#pemotongangaji

Garuda Indonesia Potong Gaji Karyawan

( kata)
Garuda Indonesia Potong Gaji Karyawan
Foto: Dok

Jakarta (Lampost.co): PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana memotong gaji karyawan imbas penyebaran virus korona di Indonesia. Kebijakan tersebut akan dimulai April hingga Juni 2020.

Melalui surat edaran Nomor:JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Kondisi Pandemi covid-19, manajemen sepakat melakukan pemotongan gaji untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.

"Dengan sangat terpaksa direksi harus mengambil langkah yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan perusahaan, salah satunya adalah dengan melakukan pemotongan pembayaran take home pay," bunyi surat edaran tersebut, Jumat, 17 April 2020.

Adapun mengenai besaran potongan gaji akan berbeda-beda. Untuk level direksi dan komisaris disepakati pemotongan gaji sebesar 50 persen dari take home pay.

Sementara untuk tingkat vice president, captain, first officer,dan flight service manager dikenakan pemotongan sebesar 30 persen.

Lalu untuk senior manager sebesar 25 persen. Kemudian pramugari, expert, dan manajer sebesar 20 persen. Duty manager dan supervisor sebesar 15 persen, serta staf dan siswa sebesar 10 persen.

Pembayaran bantuan istirahat tahunan, tunjangan tengah tahun, dan insentif kinerja akan ditunda dengan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Meski demikian, HRD tetap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh karyawan.

Manajemen berjanji setelah kondisi normal potongan gaji yang telah dilakukan akan dibayarkan. Saat dikonfirmasi, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan surat edaran yang dibuat para direksi maskapai pelat merah. "Benar," jawabnya singkat kepada Medcom.id.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar