#nuansa#virus-korona#corona#Nova-Lidarni

Gara-gara Corona

( kata)
Gara-gara Corona
Ilustrasi Pixabay.com

Nova Lidarni

Wartawan Lampung Post

PENULARAN virus corona meningkat signifikan di Tiongkok. Sejak ditemukan pada penderita pneumonia, virus mematikan ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara. Bahkan, ilmuwan penyakit menular memperingatkan segala sesuatunya bisa berubah di luar kendali, dua per tiga populasi di dunia bisa tertular.

Penyebaran virus corona memberikan dampak luar biasa tidak hanya kehidupan di Tiongkok, tetapi juga dunia. Perekonomian dunia pun bergejolak. Berbagai negara memberlakukan pengamanan untuk antisipasi masuknya warga Tiongkok, termasuk impor barang dari Tiongkok. Tentunya, hal ini berdampak pada dunia pariwisata.

Beberapa destinasi wisata luar negeri yang sebelumnya tidak memberlakukan visa langsung mengubah kebijakan. Misalnya, Korea Selatan yang memberlakukan visa untuk masuk ke Pulau Jeju, padahal sebelumnya tujuan wisata dunia ini bebas visa.

Indonesia pun berhati-hati. Meskipun belum ditemukan penyebaran virus baru di negara tropis ini, masyarakat resah. Terbukti, penjualan masker meningkat sehingga menyebabkan kelangkaan masker N95 di apotek-apotek. Harganya pun melonjak. Masker yang dulu harganya Rp25 ribu—Rp35 ribu sekarang naik jadi Rp100 ribu lebih. Apalagi, masker 3M N95 yang biasanya satu boks harga sekitar Rp300 ribu sekarang harus modal Rp900 ribu lebih.

Kelangkaan ini bukan hanya disebabkan permintaan dalam negeri yang meningkat, melainkan juga lantaran importir memilih kembali mengirimkan barang ke Tiongkok karena kebutuhan di negara asalnya juga melonjak.

Mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia, Kementerian Perdagangan menghentikan sementara impor binatang hidup langsung atau transit lewat Tiongkok, tidak termasuk produk ikan. Penghentian impor sementara ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari Republik Rakyat Tiongkok.

Lain halnya dengan komoditas bawang putih. Kementerian Perdagangan justru menerbitkan surat perizinan impor (SPI) bawang putih dari Tiongkok dengan volume 62 ribu ton dari Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih 103 ribu ton. Pemerintah pun menegaskan impor bawang putih ini aman diimpor dari Tiongkok. Sebab, bawang putih bukan media pembawa virus corona.

Keran impor bawang putih ini dibuka lantaran harga komoditas ini telah melonjak hingga Rp70 ribu/kg sehingga butuh stabilisasi harga. Apalagi, masyarakat mulai resah dengan lonjakan harga bawang putih yang disinyalir akibat ulah spekulan yang menghembuskan isu penghentian impor.

Waspada tentu harus kita lakukan, tetapi kita juga harus tetap berpikir jernih. Jangan sampai gara-gara virus corona, pihak-pihak tertentu memanfaatkan kondisi ini demi keuntungan pribadinya.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar