#BNN#ganja

Ganja 600 Kg Dikendalikan dari LP Tangerang

( kata)
Ganja 600 Kg Dikendalikan dari LP Tangerang
dok BNN RI

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menangkap dua orang yang diduga terlibat penyelundupan narkoba jenis ganja seberat kurang lebih 600 kg kg di Bandar Agung, Terusannunyai, Lampung Tengah, Selasa 25 Februari 2020.

Dari informasi yang dihimpun Lampost.co, dua kurir yang ditangkap itu berupaya menyelundupkan ganja dari Aceh ke Jakarta. "Keduanya berinsial RH (32), dan EW (37) warga Cipete, Jakarta Selatan. Ganja itu akan diedarkan di Jakarta rencananya," kata sumber Lampost.co, Rabu, 26 Februari 2020.

Kedua kurir tersebut ditangkap sekitar pukul 15.45-16.00, di jalan Lintas Sumatera, Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah. "Ganja itu memang berasal dari Aceh yang dikirim melalui jalur darat menuju Jakarta," ujar dia.

Aparat BNN menangkap RH yang sedang menaiki truk boks kuning Jenis Izuzu BE 8225 IW yang sedang berada di bengkel mobil guntur collect untuk diservis. Pada saat digeledah, ditemukan bungkusan warna coklat yang diduga sebagai ganja. Sekitar pukul 16.00 WIB, EW pun ikut ditangkap di bengkel tersebut. Dari lokasi kejadian BNN juga menyita 2 buah ponsel dan KTP.

Namun, dari penangkapan kedua pelaku dikembangkan oleh BNN menangkap lagi 1 pelaku berinisial H yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I Tangerang. Aparat pun mengamankan ponsel milik H yang digunakan untuk memerintahkan barang tersebut diantar RH dan EW.

Sayangnya, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari belum merespons ketika dikonfirmasi Lampost.co, pesan whatsApp hanya dibaca.

Melansir dari website BNN RI, Pengungkapan tersebut setelah dilakukan pengintaian selama tiga hari oleh tim pemberantasan BNN RI.

Dari hasil penangkapan, diperkirakan truk box tersebut memuat 564 bungkus paket ganja diperkirakan sekitar 600 kg. serta tim BNN RI juga berhasil mengamankan dua orang tersangka, laki-laki berinisial RH (33 thn) dan ER (38 thn).

Dari hasil interograsi dan penyelidikan terhadap kedua pelaku tersebut, tim BNN RI yang dipimpin langsung Deputi Pemberantasan, Arman Depari berhasil lagi mengantongi nama seorang pelaku yang merupakan narapidana berinisial H yang warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

Dari tangan pelaku H, Tim BNN RI mengamankan sebuah telepon seluler yang digunakan pelaku napi tersebut untuk berkomunikasi dengan RH dan ER.

Dalam aksinya, pelaku H memerintahkan RH dan ER untuk mengirim ganja dari wilayah Aceh ke Jakarta melalui jalur darat. Hingga kini Tim BNN RI masih melakukan pengembangan untuk mengejar satu target lainnya yang masih buron.

Dari hasil interograsi dan penyelidikan terhadap kedua pelaku tersebut, tim BNN RI yang dipimpin langsung Deputi Pemberantasan, Arman Depari berhasil lagi mengantongi nama seorang pelaku yang merupakan narapidana berinisial H yang warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

Dari tangan pelaku H, Tim BNN RI mengamankan sebuah telepon seluler yang digunakan pelaku napi tersebut untuk berkomunikasi dengan RH dan ER.

Dalam aksinya, pelaku H memerintahkan RH dan ER untuk mengirim ganja dari wilayah Aceh ke Jakarta melalui jalur darat. Hingga kini Tim BNN RI masih melakukan pengembangan untuk mengejar satu target lainnya yang masih buron.

Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Markas Besar BNN RI di Cawang, Jakarta untuk dilakukan upaya penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 111 ayat 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar