#bunuhdiri

Gangguan Jiwa, Kasus Percobaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Sekampung Dihentikan

( kata)
Gangguan Jiwa, Kasus Percobaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Sekampung Dihentikan
Kasat Reskrim Polres Lamtim AKP Faria Arista. Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co) -- Polres Lampung Timur akhirnya menghentikan penyidikan kasus percobaan bunuh diri seorang ayah beserta dua anaknya di Kecamatan Sekampung, yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim AKP Faria Arista, mendampingi Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan menjelaskan kasus percobaan bunuh diri satu keluarga tersebut terjadi di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, pada 5 Januari 2021.

Pada kejadian itu, tersangka TR (34) yang merupakan seorang ayah mengajak dua buah hatinya IL (10) dan HS (5) bunuh diri dengan meminum cairan berupa yogurt yang sebelumnya telah dicampur racun tikus.

Dalam upaya bunuh diri yang diduga dipicu adanya masalah keluarga itu, satu korban yaitu bocah perempuan HS meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Sukadana. Sementara TR dan satu anak lelakinya IL berhasil diselamatkan.

Dalam proses penanganan kasus tersebut penyidik berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung untuk observasi kejiwaan terhadap tersangka TR.Dari observasi yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Jiwa, hasil visum at repertum  Psychistricum menyimpulkan bahwa tersangka TR mengalami gangguan jiwa.

“Jadi berdasarkan hasil visum tersebut, tersangka TR mengidap penyakit jiwa dan saat melakukan kejahatan tersangka dalam kondisi sakit jiwa,” kata AKP Faria.

AKP Farian menambahkan, menindaklanjuti hal itu penyidik kemudian melakukan gelar perkara pada 23 April 2021. Pada gelar perkara tersebut karena berdasarkan hasil visum at repertum dari RSJ Provinsi Lampung yang menyatakan bahwa tersangka TR mengidap gangguan jiwa, maka proses penyidikan kasus dihentikan.

Penghentian proses penyidikan kasus percobaan bunuh diri itu tertuang dalam SP3 No. SPPP/01/IV/2021.

Winarko







Berita Terkait



Komentar