#erupsi#krakatau

GAK Erupsi Tiga Kali, Semburkan Abu hingga 2.500 Meter

( kata)
GAK Erupsi Tiga Kali, Semburkan Abu hingga 2.500 Meter
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 18 Juli 2022 pukul 15.49 WIB. (Dok Magma Indonesia)


Kalianda (Lampost.co) -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis, Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi sebanyak tiga kali pada Senin, 18 Juli 2022.

Kepala Pos Pemantau dan Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan tinggi kolom abu teramati hingga lebih dari 2500 meter di atas puncak. 

"Aktivitas GAK saat ini masih aktif, dan tercatat ada tiga kali letusan pada alat kami. Namun, tidak terdengar suara dentuman," kata dia. 

Menurut Andi, erupsi pertama pada pukul 08.26 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 2157 m di atas permukaan laut). Erupsi kedua terjadi pukul 15.49 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2500 m di atas puncak (± 2657 m di atas permukaan laut).

"Sementara erupsi ketiga terjadi pada pukul 17.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2500 m di atas puncak (± 2657 m di atas permukaan laut)," ujar Andi. 

Baca juga: Lampung Siapkan Mitigasi Bencana Erupsi GAK

Menurutnya, mengingat adanya peningkatan aktivitas GAK, PVMBG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Namun, masyarakat juga diminta waspada. 

"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif. Tidak terdengar suara dentuman, dan saat ini GAK berada pada status level III (Siaga)," katanya. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar