#krakatau#erupsi

GAK 4 Kali Meletus Tanpa Terdengar Suara Dentuman

( kata)
GAK 4 Kali Meletus Tanpa Terdengar Suara Dentuman
Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meletus sebanyak empat kali sepanjang Sabtu, 25 Juli 2022. Dok pos pemantau GAK


Kalianda (lampost.co) -- Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meletus sebanyak empat kali sepanjang Sabtu, 25 Juli 2022. Aktivitas itu dengan menunjukkan kolom abu setinggi 400 meter dari puncak kawah dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat daya. 

Berdasarkan data Badan Geologi, PVMBG pos pemantau GAK, terekam seismogram empat kali meletus, pada periode 25 Juni 2022, yaitu pada pukul 16.16 WIB, 17.12 WIB, 17.49 WIB, dan 21.09 WIB. Letusan itu tercatat dengan amplitudo 47-51 mm dan durasi 16-40 detik. 

Letusan itu dengan hembusan 45 kali beramplitudo 10-54 mm, durasi 12-50 detik, low frekuensi 225 kali dengan amplitudo 11-50 mm dan durasi 4-20 detik, vulkanik pangkal sebanyak 14 kali dengan amplitudo 6-34 mm dan durasi 4-10 detik, serta tremor menerus atau mikro dengan amplitudo 2-38 mm dan dominan 3 mm. 

Visual CCTV teramati asap putih tipis hingga setinggi kisaran 25-100 meter. Aktivitas iyu juga teramati sinar api setinggi 5 meter pada malam hari. 

Namun, letusan beruntun gunung setinggi 157 mdpl itu tidak terdengar suara dentuman atau gemuruh. 

"Erupsi dari petang sampai malam, tapi tidak terdengar suara dentuman," kata petugas pos pemantau GAK, Suwarno, di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 26 Juni 2022. 

Kendati demikian, masyarakat sekitar pesisir pantai Kecamatan Rajabasa, diharapkan tetap tenang dan tidak panik, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat harus tenang, jangan panik, tapi tetap waspada," ujarnya. 

Hingga kini, gunung api di perairan Selat Sunda itu masih berstatus level 3 atau siaga. Masyarakat dilarang mendekat gunung hingga radius 5 km. "Sesuai dengan rekomendasinya, dilarang mendekat kawah radius 5Km," katanya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar